Meningkatnya krisis degradasi ekologis akibat meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), defisit Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan, serta konflik tenurial di wilayah hutan kawasan masih menjadi persoalan nyata di Provinsi Lampung. Dampak kerentanan ekologis ini tidak hanya mengancam daya dukung alam, tetapi juga memicu kerentanan sosial dan kesehatan di tingkat tapak, termasuk risiko bagi kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, dan remaja dalam situasi bencana.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan terorganisir generasi muda dalam aksi mitigasi bencana dan lingkungan yang komprehensif, sekaligus menjadikan aksi lingkungan sebagai ruang bersama yang aman dan mempersatukan masyarakat.
Merespons hal tersebut, Movement Social Environment melalui program GerakDampak Academy oleh Indika Foundation menggelar Mini Bootcamp bertajuk “Youth For Equality: Building Ecological Peace & Social Respect” pada Sabtu, 29 Agustus 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari komunitas muda, pegiat sosial, dan masyarakat umum di Lampung.
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi bagi pemuda untuk membangun kesadaran kritis seputar pencegahan Karhutla, advokasi pemenuhan ruang terbuka hijau perkotaan, hingga penguatan kesiapsiagaan mitigasi bencana berbasis komunitas.
Ketua Movement Social Environment, Tri Meilan Purwati, dalam sambutannya menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk mengonsolidasikan potensi pemuda agar bergerak secara kolektif demi menjaga ketahanan ekologis dan merawat harmoni sosial.
“Isu lingkungan adalah wadah strategis sekaligus ruang aman yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat. Kita ingin generasi muda Lampung berada di garis depan dalam merespons ancaman Karhutla dan defisit ruang terbuka hijau, sekaligus membangun aksi mitigasi bencana yang tangguh, adil, inklusif, dan tetap merawat nilai keharmonisan di tengah masyarakat kita,” ujar Tri Meilan Purwati.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif selama sesi berlangsung. Salah satu peserta, Java Langit Jingga, mengungkapkan bahwa forum ini memberinya wawasan baru mengenai peran nyata pemuda dalam keberlanjutan lingkungan.
“Senang sekali bisa berdiskusi langsung dengan teman-teman dari beragam latar belakang dan belajar dari pemaparan oleh Fasilitator. Ini membuka cara pandang baru tentang betapa pentingnya kolaborasi anak muda untuk bergerak bersama dalam mitigasi lingkungan dan kesiapsiagaan bencana di daerah kita,” ungkapnya.
Melalui program ini, MSE berharap komunitas muda di Lampung dapat terus memperkuat sinergi gerakan, melahirkan inisiatif aksi preventif berbasis tapak, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang lestari, tangguh bencana, dan harmonis.
Reporter : Tri Wahyuni
Editor : Syifa Rahmadinny
