Minat Masuk SMA Negeri 7 Bandar Lampung Tinggi, Sekolah Tunggu Juknis SPMB 2026

MSE.ID, Bandar Lampung — SMA Negeri 7 Bandar Lampung bersiap menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 yang diperkirakan akan berlangsung pada Juni mendatang. Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari Dinas Pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 7 Bandar Lampung, Bram Rizaldi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini akan mengikuti seluruh arahan yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk SPMB tahun ini, kami masih menunggu juknis dari Dinas Pendidikan agar informasi yang kami sampaikan ke masyarakat benar-benar sesuai dan tidak keliru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara umum terdapat beberapa jalur penerimaan yang biasanya dibuka dalam SPMB, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta perpindahan tugas orang tua.

Bram mengungkapkan, animo masyarakat terhadap SMA Negeri 7 Bandar Lampung tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya calon peserta didik dan orang tua yang mulai mencari informasi, baik melalui media sosial sekolah maupun dengan datang langsung ke sekolah.

“Memang sudah cukup banyak yang bertanya, baik lewat media sosial maupun datang langsung ke sekolah,” katanya.

Untuk jalur prestasi, Bram menjelaskan bahwa seleksi akan terbagi dalam beberapa kategori. Di antaranya prestasi akademik yang dilihat dari nilai rapor selama di jenjang SMP, serta prestasi non-akademik yang dibuktikan melalui sertifikat di bidang olahraga, seni, dan lainnya.

Selain itu, terdapat pula kategori lain dalam jalur prestasi, seperti hafiz Al-Qur’an dan pengalaman sebagai ketua organisasi.

“Semua itu biasanya menjadi bagian dari penilaian dalam jalur prestasi,” jelasnya.

Meski demikian, Bram menegaskan bahwa ketentuan final tetap akan mengacu pada juknis resmi dari Dinas Pendidikan. Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait proses penerimaan siswa baru.

Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah