Perkuat Perlindungan Hutan Adat, PKBI Bengkulu Gelar Pemetaan Partisipatif di Desa Ladang Palembang

Sumber Foto : Doc PKBI Bengkulu

MSE.ID, Bengkulu — Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu bekerja sama dengan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-WARSI) menggelar pelatihan pemetaan partisipatif di Desa Ladang Palembang, Kabupaten Lebong, pada 20–21 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat perlindungan hutan adat melalui pelibatan aktif masyarakat dalam mendokumentasikan wilayah yang menjadi sumber kehidupan serta memiliki nilai ekologis dan budaya.

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 15 remaja dan 5 ibu rumah tangga Desa Ladang Palembang. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan di kelas mengenai proses pemetaan, mulai dari penentuan titik koordinat menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) hingga pencatatan temuan penting di kawasan hutan.

Selanjutnya, pada hari kedua, peserta melakukan praktik lapangan di kawasan Hutan Adat Bukit Sarang Macan dan Tik Gelung.

Direktur PKBI Daerah Bengkulu, Abdul Salim Ali Siregar, mengatakan pemetaan partisipatif merupakan langkah penting dalam mendukung perlindungan hak masyarakat adat atas wilayah kelolanya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mengenal tata cara melakukan pemetaan sehingga peta yang disusun bersama bukan hanya menjadi dokumen spasial, tetapi juga menjadi bukti pengetahuan masyarakat terhadap wilayahnya sendiri,” jelasnya.

Salah seorang peserta, Rian (16), mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan kegiatan ini memberinya pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga hutan.

“Selama ini kami hanya tahu hutan sebagai tempat mencari hasil hutan atau tempat berburu. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami bahwa hutan juga harus dipetakan dan dijaga supaya tetap lestari. Saya berharap anak-anak muda di desa kami semakin peduli dan ikut menjaga hutan adat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Birul Wati (45), peserta lainnya. Ia menilai pelibatan perempuan penting karena memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan hutan untuk kebutuhan keluarga.

“Kami mengetahui banyak lokasi tanaman obat, sumber air, dan hasil hutan yang sering dimanfaatkan masyarakat. Senang rasanya bisa terlibat langsung dalam mengamati hutan agar semuanya tercatat dengan baik. Kami berharap hutan ini tetap terjaga karena dari hutan inilah kehidupan masyarakat banyak bergantung,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PKBI Daerah Bengkulu berharap pemetaan seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat serta kelompok pengelola dalam melakukan pemetaan kawasan lindung dan hutan adat desa, serta adanya data titik batas-batas kawasan dan kondisi kawasan hutan lindung dan hutan adat setempat.

Reporter : Syifa Rahmadinny
Editor : Trian Dara Ega Febrina