MSE.ID, Bengkulu – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan media sosial bagi remaja di kawasan tepian Hutan Adat Bukit Sarang Macan, Desa Ladang Palembang, Kabupaten Lebong. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 8–9 Agustus 2026, dan diikuti oleh 28 remaja setempat.
Pelatihan yang didukung oleh KKI WARSI bertujuan memperkuat ruang partisipasi serta kemampuan para remaja agar terampil menulis dan menyuarakan isu perlindungan dan pengelolaan hutan adat melalui berbagai platform media sosial. Inisiatif ini hadir menjawab realitas bahwa meskipun perkembangan media sosial berjalan sangat pesat dan mayoritas penggunanya adalah kaum muda, isu lingkungan belum begitu populer di kalangan remaja, tertinggal jauh dibandingkan gencarnya kampanye kepentingan pasar dan permainan daring.
Pesatnya pertumbuhan penggunaan media sosial ternyata belum berbanding lurus dengan penyebaran kampanye isu lingkungan. Isu-isu yang berkaitan dengan kelestarian alam masih jarang terdengar di ruang-ruang yang ramai dikunjungi remaja. Di sinilah tantangan terbesar berada membangun kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat ruang bagi remaja dan komunitas untuk peduli terhadap sumber penghidupan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan jangka panjang.
Oleh karena itu, pendekatan memperkuat dan mendorong tumbuhnya media lokal menjadi jalan yang dipilih. Melalui pelatihan ini, pendokumentasian bersama para remaja dan komunitas digalakkan dengan memadukan tiga unsur yakni isu lingkungan, nilai sosial-budaya lokal, serta kepentingan dan eksistensi kaum muda. Kombinasi ini diharapkan mampu mendorong minat remaja agar lebih bersemangat menyuarakan lingkungan dengan gaya bahasa dan cara pandang mereka sendiri.
Selama dua hari kegiatan, para peserta belajar bersama mengenal kekayaan dan nilai penting kawasan lindung di sekitar Bukit Sarang Macan serta kawasan Tik Gelung, Desa Ladang Palembang. Materi dan diskusi berfokus pada hal-hal yang perlu diketahui dan disampaikan kepada khalayak luas yakni perlindungan keanekaragaman flora dan fauna, cerita rakyat, pengetahuan tanaman obat, potensi ekonomi berkelanjutan, serta kepentingan menjaga hutan adat bagi masa depan generasi mendatang.
Tidak sekadar teori, para remaja langsung berlatih berkarya. Mereka menyusun rancangan tulisan-tulisan pendek dan menyusun bahan video pendek yang mengangkat kekayaan sumber daya alam serta kehidupan sosial-budaya di sekitar Hutan Adat Bukit Sarang Macan. Beberapa video pendek hasil karya peserta pun kini siap dimuat dan dibagikan melalui berbagai platform media sosial.
Abdul Salim Ali Siregar, Direktur Eksekutif Daerah PKBI Bengkulu menyampaikan bahwa kemampuan mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi lewat media sosial adalah bekal penting yang kini dimiliki para remaja Ladang Palembang. “Dengan kemampuan ini, suara hati masyarakat dan kekayaan warisan leluhur Bukit Sarang Macan tidak akan hilang tertelan waktu, dan bisa didengar lebih luas. Remajanya yang menjadi pelopor,” ujarnya.
Para peserta pun tampak antusias dan merasa memiliki tugas baru yang bermakna. “Selama ini banyak hal dari hutan kami yang belum pernah kami ceritakan ke luar. Sekarang kami tahu cara menulisnya dan membuat video agar orang lain ikut peduli,” ungkap Rian salah satu peserta.
Vindi, remaja perempuan yang menjadi peserta menyampaikan rasa senangnya kini memiliki bekal kemampuan baru untuk memperkenalkan kekayaan kampung halamannya.“Sebagai anak perempuan yang tumbuh besar di tepian hutan adat, saya mendengar banyak cerita dan pengetahuan berharga dari orang tua dan nenek kami tentang tanaman obat, cerita rakyat, dan cara menjaga hutan. Selama ini cerita-cerita itu hanya tersimpan dalam lisan dan belum banyak diketahui orang luar. Sekarang kami belajar cara menulis dengan baik dan membuat video pendek, agar cerita dan pengetahuan leluhur kami tidak hilang dan bisa dibaca serta dilihat banyak orang. Kami pun ikut menyuarakan pentingnya menjaga hutan adat ini demi masa depan kami semua.” Ujarnya lebih lanjut.
Diharapkan setelah pelatihan berakhir, semangat dan kemampuan yang telah dipelajari terus diasah dan diamalkan. Tulisan serta konten-konten sederhana namun bermakna dari para remaja Desa Ladang Palembang akan menjadi suara baru yang terus bergema, menjaga agar Hutan Adat Bukit Sarang Macan tetap lestari, dihargai, dan menjadi warisan yang terus dijaga.
Reporter : Syifa Rahmadinny
Editor : Trian Dara Ega Febrina
