Sebagai tahapan lanjutan dari Program GerakDampak Academy, kegiatan Intensive Course yang diselenggarakan oleh GerakDampak Academy x SKALA PKBI Lampung berlangsung pada 19–20 September 2026 di Arte Hotel. Kegiatan ini melibatkan 20 peserta terpilih yang sebelumnya telah mengikuti Mini Bootcamp.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat wawasan, kapasitas, serta kesiapan peserta dalam merancang aksi sosial yang berdampak di lingkungan masing-masing.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai pengenalan diri dan pentingnya membangun hubungan serta lingkungan yang harmonis. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui refleksi, diskusi, sharing session, dan ice breaking.
Menurut Reisa, salah satu Co-Fasil, kegiatan ini memberikan pengalaman dan perspektif baru bagi peserta.
“Kegiatan ini menambah banyak wawasan dengan sharing session yang interaktif, ice breaking yang seru, serta fasilitator dan narasumber yang keren dan profesional di bidangnya. Kegiatannya juga membuka pola pikir kita untuk melihat isu kesetaraan akses dari berbagai sudut pandang. Sangat insightful dan berkesan!” ujar Reisa.
Memasuki hari kedua, peserta mulai menerjemahkan gagasan dan refleksi menjadi rencana aksi yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Peserta dibekali metode pemetaan masalah, penentuan target dampak, hingga penyusunan strategi implementasi melalui kerja kelompok, simulasi, dan feedback session.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Zial Lathifa, peserta Intensive Course, yang merasa mendapatkan cara pandang baru dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.
“Aku sangat bersyukur bisa ikut kegiatan yang sangat berkesan ini. Aku banyak dapat ilmu baru dan jadi lebih paham bagaimana caranya melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain. Aku juga jadi lebih tahu cara membuat solusi dari suatu masalah dengan rumus-rumus yang mudah,” ungkap Zial Lathifa.
Melalui Intensive Course, peserta diharapkan mampu mengembangkan gagasan menjadi aksi sosial yang konkret dan relevan dengan kebutuhan di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak perubahan.
Reporter : Tri Wahyuni
