Dari Shin Tae-yong ke John Herdman, Ini Perubahan Pola Kepelatihan Timnas Indonesia

Di tengah upaya Indonesia menembus panggung dunia, muncul perbandingan mendalam antara mantan nahkoda Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), dengan sosok pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman. Keduanya dikenal sebagai arsitek perubahan yang memiliki perbedaan antara Kekuatan Fisik dan Transisi Kilat melawan Kecerdasan Taktis serta Kolektivitas Data.

Pada era kepelatihan STY pelatih asal Korea Selatan itu menerapkan Total Football-Asia dengan visi bermain STY berpusat pada daya tahan. Pemain dipaksa melakukan pressing sejak di area lawan dan berlari sepanjang 90 menit. Fleksibilitas taktik era STY sangat identik dengan formasi 3-4-3 atau 5-4-1. Hadirnya formasi tersebut, untuk memenuhi visi yang membangun pertahanan berlapis yang sangat rapat, lalu melakukan serangan balik lewat sayap cepat.

Namun pada era kepelatihan Jhon Herdman lebih sering menerapkan Teknik bermain ala pelatih Eropa yaitu Smarter Football. Herdman lebih menekankan pada intelegensi posisi. Jhon Herdman dikenal dengan taktik bermainnya yang seperti “BUNGLON” yaitu dapat dengan cepat merubah taktik saat dalam pertandingan untuk mendikte lawan. Saat di Kanada, ia bisa berubah dari 4-4-2 menjadi 3-5-2 dalam satu pertandingan tergantung di mana celah lawan berada. Ia sangat mengandalkan analisis data real-time untuk mengubah instruksi bermain.

Jika Timnas beralih dari visi STY ke Herdman, kita akan melihat transisi dari Timnas yang Meledak-ledak dan bertenaga menjadi Timnas yang Sangat Terorganisir dan Taktis. Saat Bersama Coach STY kita punya identitas fisik yang kuat dan sudah teruji di level Asia. Lalu jika kursi kepelatihan diserahkan ke Herdman Timnas mungkin akan lebih mampu menghadapi tim raksasa dunia dengan cara mematikan strategi lawan lewat taktik cerdas, bukan sekadar adu lari.

Para pengamat sepak bola nasional menilai bahwa Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan yang positif. Fondasi fisik dan disiplin yang telah diletakkan oleh STY dianggap sebagai modal sempurna jika nantinya harus diteruskan oleh pelatih dengan visi taktis modern seperti John Herdman.

Salah satu pengamat sepak bola Tanah Air, Bung Binder bahkan tak ragu menjuluki Jhon Herdman sebagai ahli taktik, berdasarkan analisisnya. “Pertama, dia ahli taktik. Artinya dia paham, taktik apa yang perlu dia pilih, sesuai dengan lawan yang akan dihadapi oleh timnya,” ucap Binder dalam siniar YouTube Bola Bung Binder, pada Kamis, 8 Januari 2026.

“Kedua, dia adalah master motivator. Dia bisa meningkatkan kepercayaan diri para pemain dengan narasi-narasi positif yang biasa dia berikan di ruang ganti,” tambahnya.

Penulis :Awalludin Sultan Yusuf 
Editor : Euis Astrid Khofifah