WTM Hadir di Pasar Lebak Budi, Wadah Kreatif Anak Muda Lampung

Wrap Town Market (WTM) dengan konsep fashion, art, music, dan lifestyle perdana di gelar di Pasar Raya Lebak Budi, Lampung, Rabu (15/04). Sumber Foto: MSE.ID

MSE.ID, Bandar Lampung — Wrap Town Market (WTM) perdana digelar di Pasar Raya Lebak Budi, Lampung, pada 15 hingga 19 April 2026.Kegiatan ini menjadi ruang baru bagi anak muda untuk berkreasi sekaligus menghidupkan suasana pasar. Dengan Mengusung konsep perpaduan fashion, art, music, hingga lifestyle.

Marketing Communication WTM, Yudi Faizal menjelaskan, acara ini berangkat dari hobi dan ide kreatif komunitas, khususnya yang tergabung dalam wadah Scooter Lab. Ia menyebut, WTM menjadi medium untuk menyatukan berbagai gagasan kreatif dalam satu ruang.

“WTM itu terbentuk dari hobi teman-teman semua. Kita mengumpulkan ide-ide itu jadi satu bentuk, lalu kita kasih space dan waktu untuk teman-teman tenant seperti clothing brand, sneakers, pop art, sampai market untuk bisa bergabung di sini,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (15/04).

Menurut Yudi, pemilihan Pasar Lebak Budi sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Selain fasilitas yang memadai, lokasinya yang strategis di tengah kota dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang berkegiatan anak muda.

“Tempat ini sebenarnya sangat potensial. Parkir luas, akses mudah, dan berada di tengah kota. Sayang kalau anak-anak muda di Lampung tidak memanfaatkan tempat ini sebagai ruang untuk berkarya dan berkumpul,” tambahnya.

Dalam penyelenggaraan perdananya, WTM menghadirkan 23 tenant yang didominasi oleh produk fashion seperti clothing brand, serta berbagai tenant lain seperti pre-loved sneakers, aksesoris, sticker, hingga jasa cuci sepatu. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 15.00 – 22.00 WIB.

Yudi menegaskan, meski dikemas dalam bentuk event, WTM pada dasarnya merupakan wadah penyaluran ide kreatif komunitas yang diharapkan bisa berlanjut ke depannya.

“Karena ini memang event pertama kami, tapi harapannya ke depan bisa terus berlanjut. Kita ingin membangun branding tempat ini dan mengumpulkan teman-teman untuk terus berkegiatan di sini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa WTM diselenggarakan tanpa sponsor, melainkan murni hasil kolaborasi berbagai pihak. Salah satu kolaborator utama dalam acara ini adalah Eureka Photobox dan Barra Creative Studio yang turut memberikan konsep kreatif pada penyelenggaraan WTM.

“WTM ini bisa dibilang sangat Eureka banget, dan Eureka ini WTM banget, karena ide dan tone kita sejalan. Mereka bahkan membuat konsep khusus seperti photobox dengan desain angkot untuk mendukung acara ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Andika mengaku tertarik datang ke WTM karena konsepnya yang berbeda dari pasar pada umumnya.

“Menurut saya ini unik banget, biasanya pasar ya gitu-gitu aja, tapi di sini lebih modern dan kreatif. Banyak brand lokal yang keren juga, jadi sekalian bisa nongkrong dan cari barang,” ungkapnya.

Dengan antusiasme yang cukup tinggi dari pengunjung maupun pelaku usaha kreatif, WTM berharap dapat menjadi awal dari munculnya ruang-ruang kreatif baru di Lampung, khususnya yang memanfaatkan area publik seperti pasar.

Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah