Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana berbeda tampak di kediaman Ling-Ling dan Akim, pasangan suami istri keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung.
Beberapa hari sebelum perayaan, keduanya mulai membersihkan seluruh sudut rumah sebagai bagian dari tradisi turun-temurun dalam menyambut tahun baru.
Tradisi bersih rumah ini biasanya dilakukan sebelum malam pergantian tahun Imlek. Menurut Ling-Ling, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam.
“Kami selalu bersih-bersih beberapa hari sebelum Imlek. Semua dirapikan supaya rumah dalam keadaan bersih saat menyambut tahun baru. Ini simbol membuang hal-hal buruk dari tahun sebelumnya,” ujar Ling-Ling saat ditemui, Senin (16/02/2026).
Ia menjelaskan, rumah yang bersih dipercaya sebagai tanda kesiapan menerima keberuntungan dan rezeki baru. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan jendela, hingga merapikan perabotan dilakukan bersama sebagai bentuk persiapan menyambut momen sakral tersebut.
Tak hanya membersihkan bagian dalam rumah, Ling-Ling dan Akim juga membenahi bagian luar, termasuk memperbaiki pagar rumah yang mulai berkarat. Bagi mereka, memperbaiki pagar menjadi simbol menjaga dan memperkuat perlindungan rumah serta keluarga di tahun yang baru.
Akim menambahkan, ada aturan yang tetap dijaga dalam tradisi ini. Pada hari pertama Imlek, keluarga biasanya tidak diperbolehkan menyapu atau membuang sampah.
“Kalau sudah masuk hari pertama Imlek, tidak boleh menyapu. Katanya nanti rezeki yang baru datang bisa ikut tersapu,” jelas Akim.
Bagi pasangan ini, tradisi bersih rumah tidak hanya bermakna simbolis, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dalam keluarga. Melalui persiapan sederhana tersebut, mereka menyambut Tahun Baru Imlek dengan harapan akan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keharmonisan di tahun yang baru.
Penulis : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
