MSE.ID, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 dalam kondisi surplus. Ketersediaan sapi hingga kambing dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan stok sapi kurban di Lampung tahun ini mencapai 26.852 ekor.
“Dengan kebutuhan masyarakat yang diprediksi berada di angka 25.227 ekor, artinya kita masih surplus 1.625 ekor,” ujar Lili saat melakukan pemantauan hewan kurban di salah satu lapak penjualan sapi di Bandar Lampung, Berkah Farm.
Selain sapi, stok kambing di Lampung juga mengalami surplus. Disnakeswan Provinsi Lampung mencatat ketersediaan kambing mencapai 121.376 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sebanyak 85.770 ekor atau surplus sekitar 35.606 ekor.
Lili mengatakan kondisi surplus juga terjadi pada hewan kurban jenis domba dan kerbau. Menurutnya, ketersediaan hewan kurban tahun ini masih aman untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha di Provinsi Lampung.
Berdasarkan data Disnakeswan Provinsi Lampung, pemotongan hewan kurban pada 2025 mengalami peningkatan sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemotongan sapi meningkat 10,1 persen dan kambing naik 24,9 persen.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menerima bantuan sapi kemasyarakatan Presiden sebanyak 16 ekor yang akan didistribusikan ke 15 kabupaten/kota dan satu ekor untuk tingkat provinsi. Sapi bantuan tersebut memiliki bobot besar, bahkan beberapa di antaranya mendekati satu ton.
“Tahun ini seperti tahun sebelumnya kita mendapatkan bantuan sapi presiden sebanyak 16 ekor,” ujar Lili.
Ia menjelaskan jenis sapi bantuan tersebut beragam, mulai dari limousin, simental, brahman hingga persilangan belgian blue. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengaku masih memiliki stok sapi berbobot besar untuk masyarakat yang ingin berkurban dengan sapi ukuran premium.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Lampung, Yadi AR, mengatakan Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan hewan kurban di dalam daerah, tetapi juga menyuplai ternak ke berbagai wilayah di Sumatera hingga Pulau Jawa.
Menurutnya, pengiriman ternak keluar daerah tetap diawasi untuk memastikan hewan yang dikirim dalam kondisi aman dan layak.
“Suplai dari Lampung ini tentunya tidak hanya untuk memenuhi Lampung dan banyak juga yang bergerak baik ke Sumatera daratan maupun ke Pulau Jawa,” katanya.
Di tingkat penjualan, salah satu pedagang sapi di Bandar Lampung, Buang, mengaku penjualan sapi kurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Ia mengatakan saat ini terdapat sekitar 64 ekor sapi di lapaknya dan sebagian besar sudah terjual.
“Kalau mengalami peningkatan iya, dibandingkan tahun kemarin. Harganya juga beragam, mulai dari Rp21 juta sampai Rp23 juta, jenisnya campur-campur ada limousin, metal, dan brahman,,” ujarnya.
Buang menambahkan keberadaan lapak penjualan di dalam kota memudahkan masyarakat memilih hewan kurban secara langsung tanpa harus mencari ke daerah lain. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu faktor meningkatnya minat pembeli tahun ini.
Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
