MSE.ID, Bandar Lampung — Stok beras di Bandar Lampung dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi, seiring cadangan beras nasional yang disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Namun di sisi lain, distribusi minyak goreng di sejumlah pasar masih belum merata, sehingga memicu keluhan pedagang dan menimbulkan kesan kelangkaan di lapangan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi potensi risiko iklim ke depan.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan kondisi stok beras di daerah tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya di Bandar Lampung.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, mengatakan harga beras juga relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi kecil di sejumlah pasar tradisional.
“Stok beras di Bandar Lampung saat ini masih tergolong aman dan mencukupi. Harga relatif stabil, meskipun ada fluktuasi kecil di beberapa pasar tradisional,” ujarnya.
Ia juga membenarkan bahwa kondisi stok beras secara nasional berada dalam kategori aman, sehingga tidak ada risiko kekurangan pangan yang signifikan di tingkat daerah.
“Informasi tentang stok beras nasional yang aman itu benar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sementara itu, terkait minyak goreng, Zimmi mengakui adanya keluhan dari sejumlah pedagang mengenai keterbatasan pasokan di beberapa pasar.
Namun, berdasarkan data Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) serta hasil koordinasi dengan distributor, pasokan secara umum masih dapat dipenuhi.
“Memang ada keluhan terkait keterbatasan pasokan di pasar tertentu, tetapi secara umum pasokan masih ada. Hanya saja distribusinya belum merata, sehingga terlihat seperti terjadi kelangkaan di beberapa lokasi,” jelasnya.
Ia menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi oleh distribusi yang belum lancar serta meningkatnya permintaan di masyarakat.
“Distribusi yang belum lancar dan tingginya permintaan membuat pasokan normal terganggu, sehingga di lapangan terkesan terjadi kelangkaan,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Disperindag Provinsi Lampung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Di antaranya dengan mempercepat koordinasi bersama distributor dan produsen, melakukan pengawasan harga dan stok di pasar tradisional maupun modern, serta mendorong ketersediaan minyak goreng kemasan rakyat, Minyakita.
“Upaya ini dilakukan agar pasokan tetap lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Zimmi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kepada masyarakat, kami imbau untuk belanja secara bijak, tidak panic buying, dan memanfaatkan stok yang tersedia,” tuturnya.
Selain itu, pedagang diminta untuk menjaga harga tetap wajar serta segera melaporkan jika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang signifikan.
“Kepada pedagang, kami harap tetap menjaga harga jual yang wajar dan melaporkan jika ada kondisi yang tidak normal,” pungkasnya.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika distribusi yang terjadi di lapangan.
Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
