Kasus dugaan kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, belakangan menjadi perhatian publik. Berdasarkan keterangan Polresta Yogyakarta, dikutip dari CNN Indonesia jumlah total anak yang terdata mencapai 53 anak, dengan puluhan di antaranya diduga mengalami tindakan kekerasan fisik.
Kasus tersebut menjadi pengingat penting bahwa keamanan dan kualitas pengasuhan anak di daycare harus menjadi prioritas utama. Kekerasan terhadap anak dalam bentuk apa pun tentu tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Di sisi lain, peristiwa ini juga perlu disikapi secara bijak. Tidak tepat jika orang tua justru disalahkan karena menitipkan anak di daycare. Banyak keluarga, khususnya pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, memilih daycare sebagai solusi agar anak tetap mendapatkan pengasuhan yang aman dan terarah selama orang tua beraktivitas.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua daycare memiliki standar yang sama. Orang tua perlu lebih cermat dalam memilih tempat penitipan anak dengan memperhatikan aspek keamanan, kualitas pengasuh, hingga sistem komunikasi dengan keluarga.
Dikutip dari informasi yang dibagikan Daycare Mainstory, berikut langkah standar memilih Daycare yang aman
1. Menyesuaikan dengan Kebutuhan Orang Tua
Daycare sebaiknya memiliki jam operasional yang selaras dengan kebutuhan orang tua, terutama bagi mereka yang bekerja penuh waktu. Kesesuaian waktu ini penting agar anak tetap berada dalam pengasuhan yang optimal tanpa harus dititipkan terlalu lama. Selain itu, fleksibilitas layanan, seperti toleransi waktu penjemputan atau layanan tambahan dalam kondisi tertentu, juga menjadi nilai penting yang perlu dipertimbangkan.
2. Lokasi Strategis
Lokasi daycare yang dekat dengan rumah atau tempat kerja akan sangat membantu mobilitas orang tua. Selain menghemat waktu dan tenaga, jarak yang dekat juga memungkinkan orang tua untuk segera menjangkau anak dalam situasi darurat. Akses yang mudah dan lingkungan sekitar yang aman turut menjadi nilai tambah dalam memilih daycare.
3. Sistem Keamanan yang Jelas
Keamanan merupakan aspek utama yang tidak boleh diabaikan. Daycare perlu memiliki sistem keamanan yang terstruktur, seperti akses keluar-masuk yang terkontrol, prosedur penjemputan anak yang jelas, serta area bermain yang aman. Selain itu, keberadaan CCTV dapat menjadi sarana pengawasan tambahan yang mendukung transparansi dan memberikan rasa aman bagi orang tua.
4. Lingkungan Bersih dan Nyaman
Lingkungan daycare harus bersih, tertata, dan ramah anak. Kebersihan ruangan, sirkulasi udara yang baik, serta fasilitas yang aman akan mendukung kesehatan dan kenyamanan anak. Area bermain, ruang istirahat, hingga tempat makan perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini agar mereka dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
5. Pengasuh yang Kompeten
Pengasuh memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, daycare perlu memiliki tenaga pengasuh yang terlatih, berpengalaman, dan memahami kebutuhan anak secara menyeluruh, baik dari sisi emosional, sosial, maupun perkembangan kognitif. Pengasuh juga diharapkan mampu menangani kondisi darurat dengan tepat serta membangun interaksi yang hangat dan penuh empati.
6. Komunikasi Terbuka dengan Orang Tua
Daycare yang baik harus membangun komunikasi yang terbuka dan konsisten dengan orang tua. Hal ini dapat diwujudkan melalui laporan harian maupun mingguan yang berisi informasi mengenai aktivitas anak, pola makan, waktu istirahat, hingga perkembangan yang dicapai. Komunikasi yang transparan akan membantu orang tua tetap terlibat dalam proses tumbuh kembang anak meskipun tidak selalu berada di dekatnya.
7. Kesesuaian Biaya dengan Layanan
Biaya layanan menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan secara bijak. Orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada harga yang terjangkau, tetapi juga menilai kesesuaian antara biaya dengan fasilitas, kualitas pengasuh, sistem keamanan, serta program yang ditawarkan.
Daycare yang baik bukan hanya tempat menitipkan anak, tetapi juga ruang tumbuh kembang yang positif. Karena itu, orang tua dapat melihat program kegiatan yang ditawarkan. Program belajar sambil bermain, aktivitas seni, membaca, berhitung dasar, hingga permainan edukatif sesuai usia dapat membantu anak berkembang secara optimal.
Pada akhirnya, kasus daycare di Yogyakarta dapat menjadi pelajaran bersama bahwa memilih tempat penitipan anak tidak cukup hanya berdasarkan lokasi atau biaya. Keamanan, kualitas pengasuhan, dan transparansi harus menjadi prioritas utama.
Daycare yang baik diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi anak untuk bertumbuh, sekaligus membantu orang tua tetap produktif tanpa mengabaikan tumbuh kembang buah hati.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
