Regenerasi Kepemimpinan Direktur PKBI Termuda, Serjio: Tidak Pandang Usia, Terpenting Profesionalisme dan Komitmen

Penyerahan jabatan Direktur Eksekutif PKBI Daerah Sulawesi Utara oleh Direktur Eksekutif PKBI Pusat

MSE.ID, Manado — Serjio Christian Saeh menegaskan kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, melainkan profesionalisme dan komitmen, usai ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara, pada Rabu (03/06/2026).

Pada usia 26 tahun, Serjio tercatat sebagai Direktur Eksekutif Daerah PKBI termuda di Indonesia. Ia menggantikan Muhamad Fajar Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Pjs.) Direktur Eksekutif Daerah PKBI Sulawesi Utara.

Serah terima jabatan berlangsung di Kantor PKBI Sulawesi Utara dan dihadiri Direktur Eksekutif PKBI Pusat Leny Jakaria, jajaran pengurus daerah, mitra organisasi, serta perwakilan pemerintah.

Dalam sambutan perdananya, Serjio menyebut dirinya sebagai salah satu figur termuda di lingkungan PKBI Sulawesi Utara. Ia menilai profesionalisme menjadi landasan utama dalam menjalankan peran, di tengah budaya yang menjunjung tinggi penghormatan kepada yang lebih tua.

“Kita tidak memandang usia maupun gender. Yang kita lihat adalah profesionalisme dan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” ujar Serjio.

Direktur Eksekutif PKBI Pusat, Leny Jakaria, mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari keberlanjutan organisasi.

“Saya mengucapkan selamat kepada Serjio Christian Saeh yang menerima amanat sebagai Direktur Eksekutif Daerah PKBI Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, PKBI yang berdiri sejak 1957 memiliki fokus pada isu kesehatan reproduksi dan hak kesehatan seksual, sehingga regenerasi kepemimpinan menjadi bagian dari keberlanjutan organisasi.

Ketua Pengurus Daerah PKBI Sulawesi Utara, Frangki Maramis, menyebut empat nilai dasar organisasi, yakni kepeloporan, kemandirian, profesionalisme, dan kerelawanan, menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi.

Sementara itu, Muhamad Fajar Santoso berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program yang telah berjalan.

“PKBI tumbuh sejak 1957 karena konsistensi. Semoga semangat itu terus dijaga dan organisasi ini semakin kuat ke depan,” katanya.

Serjio menambahkan, PKBI akan tetap berfokus pada kerja-kerja advokasi dan pelayanan di bidang kesehatan seksual dan reproduksi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Reporter : Syifa Rahmadinny
Editor : Trian Dara Ega Febrina