Proses Evakuasi Banjir Bandar Lampung, Ini Tahapan Kerja Tim SAR di Lapangan

Proses evakuasi korban. Sumber Foto: Humas Basarnas Lampung

Banjir yang melanda Kota Bandar Lampung pada Selasa malam (14/4/2026) menunjukkan bagaimana tahapan kerja Tim Search and Rescue (SAR) berjalan cepat sejak laporan pertama diterima hingga operasi dinyatakan selesai.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima informasi kejadian banjir pada pukul 21.15 WIB dari perwakilan Forum Rescue Relawan Lampung. Banjir dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan genangan air mencapai kurang lebih 120 cm di wilayah Jalan Abimanyu, Kelurahan Jaga Baya 1. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan evakuasi.

“Kami menerima informasi awal sekitar pukul 21.15 WIB terkait adanya banjir dengan ketinggian air cukup signifikan hingga mencapai sekitar 120 cm, sehingga diperlukan bantuan evakuasi,” ujar Deni Kurniawan, Humas Basarnas Lampung.

Merespons laporan tersebut, selang 15 menit kemudian atau pukul 21.30 WIB, Tim Rescue Basarnas Lampung langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, tim segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang sudah berada di lapangan sebelum memulai proses evakuasi warga terdampak.

“Tim tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait, kemudian segera melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir,” jelas Deni.

Operasi kemudian dilanjutkan secara bertahap dengan pembagian tim. Sekitar pukul 23.30 WIB, tim evakuasi pertama (SRU 1) bersama tim gabungan menyelesaikan evakuasi di Jalan Abimanyu dan bergerak ke titik berikutnya di Jalan Citra Gang Man Antasari.

“Setelah titik awal selesai, tim bergerak ke lokasi lain untuk memastikan seluruh warga yang membutuhkan bantuan dapat dievakuasi,” lanjutnya.

Proses evakuasi di lokasi tersebut rampung sekitar pukul 00.30 WIB, lalu tim kembali berpindah ke Jalan Pangeran Gang Persada untuk melakukan pemantauan dan siaga apabila ada laporan lanjutan.

“Kami terus melakukan penyisiran dan pemantauan di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya warga yang masih membutuhkan pertolongan,” tambahnya.

Untuk memperkuat operasi, Basarnas Lampung mengerahkan tim tambahan (SRU 2) pada pukul 00.40 WIB menuju wilayah Gang Karawang, Garuntang. Tim ini tiba sekitar pukul 01.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan di lokasi sebelum melaksanakan evakuasi.

“Penebalan personel dilakukan agar proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak titik,” ujar Deni.

Proses evakuasi di titik tersebut selesai sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan dan siaga hingga pukul 02.05 WIB guna mengantisipasi kemungkinan adanya laporan baru dari warga.

“Walaupun evakuasi sudah selesai di beberapa lokasi, tim tetap standby untuk memastikan tidak ada laporan lanjutan dari masyarakat,” katanya.

Seiring dengan kondisi air yang mulai berangsur surut dan hujan yang telah berhenti, serta tidak adanya lagi warga yang perlu dievakuasi, operasi SAR akhirnya diusulkan untuk ditutup pada pukul 02.25 WIB.

“Saat ini kondisi banjir sudah berangsur surut, hujan juga telah berhenti, dan tidak ada lagi warga yang perlu dievakuasi. Operasi SAR resmi kami tutup pada Rabu dini hari pukul 02.25 WIB,” ungkap Deni.

Ia menambahkan, seluruh warga terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Total sebanyak 109 jiwa berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Di sisi lain, Tim SAR juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan saat hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Deni.

Selain itu, warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air meningkat, serta tidak memaksakan diri melintasi genangan atau arus banjir.

“Masyarakat juga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi genangan, dan selalu mengikuti informasi serta arahan dari petugas dan instansi terkait,” tutupnya.

Reporter : Euis Astrid Khofifah
Editor : Trian Dara Ega Febrina