PKBI Lampung Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di SDN 3 Gulak Galik

Sesi foto bersama, PKBI Lampung Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di SDN 3 Gulak Galik, Rabu (29/04). Sumber Foto: MSE.ID

MSE.ID, Bandar Lampung — Guna meningkatkan pemahaman sejak dini terkait kesehatan reproduksi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung menggelar sosialisasi di SD Negeri 3 Gulak Galik, Rabu (29/04/2026).

Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 dan 6 yang tengah memasuki fase peralihan menuju remaja. Pada fase ini, anak mulai mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial, sehingga membutuhkan pemahaman yang tepat.

Kurangnya edukasi sejak dini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital yang mudah diakses anak-anak.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi dasar sesuai usia, mulai dari mengenali perubahan tubuh, menjaga kebersihan diri, memahami batasan tubuh, hingga melindungi diri dari perilaku tidak aman.

Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan hidup sehat, seperti kemampuan berkomunikasi, mengelola emosi, serta mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PKBI Lampung, yakni Tasa Tera Mapala dan Muhammad Arief Mulia Lubis. Materi disampaikan secara terpisah antara siswa perempuan dan laki-laki.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan tanda-tanda pubertas, bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami siswa.

Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menguji pemahaman sekaligus memberi ruang diskusi bagi siswa.

Salah satu guru SDN 3 Gulak Galik, Sukmawati, menilai kegiatan ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Sosialisasi ini sangat bagus, anak-anak memang perlu diingatkan terus agar ilmunya melekat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya pengaruh negatif dari penggunaan gadget yang dapat memicu perilaku menyimpang pada anak usia sekolah dasar.

“Anak-anak sekarang banyak terpapar konten yang kurang baik. Bahkan beberapa perilaku tidak sesuai sudah mulai muncul, sehingga edukasi seperti ini sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin dengan metode yang lebih interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi.

“Kalau bisa ada kunjungan rutin dan ditambah kuis agar anak-anak lebih semangat,” tutupnya.

Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah