PKBI Lampung Gelar Sosialisasi Bahaya Bullying bagi Remaja di SMA Tri Sukses Natar

Foto Bersama antara tim Advokat PKBI Lampung bersama Kepala Sekolah dan pelajar kelas XI SMA Tri Sukses Natar, Rabu (28/01). Sumber Foto: MSE.ID

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung menggelar kegiatan sosialisasi tentang topik “Bahaya Bullying bagi Remaja Sekolah” yang disampaikan kepada pelajar kelas XI pada Rabu, (28/01) yang digelar di Lab. Fisika SMA Tri Sukses Natar, Lampung Selatan.

Johan Wahyudi, S.Pd.I, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Tri Sukses Natar mengatakan tujuan diadakan kegiatan sosialisasi ini untuk mencegah dan memahamkan siswa agar tidak terjadi perundungan di lingkungan sekolah.

“Sejak tahun kemarin, kami SMA Tri Sukses Natar membranding diri sebagai sekolah karakter, melalui kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tidak hanya akademik tetapi juga pendidikan karakter,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan survei karakter yang pernah dilakukan kepada siswa kelas 11, menunjukkan adanya dasar dan modal yang baik.

Menurutnya di dalam pendidikan yang baik harus menunjukkan adanya tiga pilar utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan kondusif untuk pembelajaran berkualitas, yakni iklim kebinekaan, iklim karakter, dan iklim keamanan.

Kegiatan sosialisasi dimulai oleh salah seorang fasilitator, Rian Afriandi dengan memaparkan fakta terkait bullying yang ada di sekitar Bandar Lampung. Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan alasan kenapa bullying bisa terjadi dan bagaimana siswa ataupun sekolah mengatasi jika terjadi bullying di lingkungan sekolah.

“Karena bullying ini termasuk dalam pelanggaran hukum, yakni berkaitan dengan melanggar Pasal 28B Ayat 2, yang disebutkan bahwa ‘setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi’,” jelas Rian.

Kemudian fasilitator lainnya, Melia Agustin mengatakan bahwa melalui sosialisasi ini, PKBI juga hadir menawarkan bantuan dan layanan konsultasi dengan OBH (Organisasi Bantuan Hukum).

“Kalau disini ada siswa yang mengalami atau terjadi pembullyan dan merasa keberatan buat melapor kepihak BK mungkin karena malu atau takut, nah kami menawarkan OBH yang siapa tau bisa membantu teman-teman disini,” kata Melia.

Reporter: Athirah Irbah Izzetya
Editor: Euis Astrid Khofifah