Pembinaan Rutin dan Kolaborasi Kampus Jadi Strategi MAN 1 Bandar Lampung Cetak Prestasi Nasional

Sumber Foto : MSE.ID

MSE.ID, Bandar Lampung — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung menjalankan pembinaan siswa melalui program akademik, keagamaan, dan penguatan karakter secara berkelanjutan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung capaian prestasi siswa hingga tingkat nasional.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MAN 1 Bandar Lampung, Dra. Yuniarti, menjelaskan bahwa pembinaan siswa tidak lagi dilakukan hanya menjelang perlombaan, melainkan secara rutin sepanjang tahun melalui berbagai program.

Salah satu program yang dijalankan adalah science club yang terdiri dari berbagai bidang, seperti Biologi Club, Fisika Club, Kimia Club, Matematika Club, Geografi Club, hingga Ekonomi Club. Melalui program tersebut, siswa mengikuti pembinaan rutin setiap pekan bersama guru pendamping.

“Dulu pembinaan biasanya hanya mendekati lomba. Sekarang kita ubah sistemnya menjadi pembinaan rutin sepanjang tahun,” ujar Yuniarti saat diwawancarai pada Selasa (19/05).

Sejumlah siswa tercatat mengikuti kompetisi tingkat nasional di berbagai daerah, seperti Palembang, Pontianak, hingga Manado.

Selain pembinaan internal, sekolah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Lampung untuk mendukung persiapan siswa menghadapi kompetisi nasional.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), dan UIN Raden Intan Lampung.

Menurut Yuniarti, kolaborasi tersebut dilakukan melalui program training center bersama dosen maupun pendampingan langsung di kampus.

“Kalau sudah mendekati tingkat nasional biasanya kita kolaborasi dengan kampus-kampus negeri terdekat supaya siswa lebih siap,” jelasnya.

Di bidang keagamaan, sekolah juga menjalankan program tahfiz yang dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pagi. Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan setoran hafalan kepada guru pembina.

Kemampuan hafalan siswa bervariasi, mulai dari yang belum memiliki hafalan hingga yang telah mencapai belasan juz.

Selain itu, sekolah juga melakukan penguatan karakter melalui penerapan budaya 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa dalam aktivitas sehari-hari.

“Sekarang kita biasakan kembali siswa untuk menyapa guru, memberi salam, dan menjaga sikap,” ujar Yuniarti.

Ia menambahkan dukungan dari komite madrasah dan orang tua turut berperan dalam pelaksanaan program pembinaan siswa.

Prestasi siswa disebut terus bertambah setiap tahun. Penghargaan terhadap siswa berprestasi juga diberikan secara berkala dalam kegiatan upacara.

Reporter : Euis Astrid Khofifah
Editor : Trian Dara Ega Febrina