Pelatihan Jurnalisme Warga Dorong Suara Petani Hutan di Desa Cilimus

Diskusi bersama peserta pelatihan. Sumber Foto : PKBI Lampung

MSE.ID, Pesawaran — Upaya memperkuat peran masyarakat desa dalam menyuarakan isu lingkungan dan sosial dilakukan melalui pelatihan jurnalisme warga di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung sebagai bagian dari program pendidikan rakyat inklusif.

Pelatihan hadir bertujuan agar peserta mampu mengolah pengalaman dan pengamatan sehari-hari menjadi narasi yang informatif dan berdampak, sehingga suara masyarakat Desa Cilimus dapat lebih terdengar serta memperkuat upaya advokasi berbasis data dalam menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan warga.

Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH), Forum Keluarga, dan Forum Remaja. Peserta dibekali pemahaman dasar mengenai etika jurnalistik serta keterampilan menulis berita berbasis fakta lapangan.

Penyelenggara kegiatan, Tri Meilan Purwati, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan publik luas.

“Selama ini, banyak cerita dari masyarakat akar rumput yang tidak terangkat. Melalui jurnalisme warga, kami ingin mendorong peserta agar mampu menyampaikan realitas di lapangan secara mandiri, akurat, dan berdaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan mendokumentasikan kondisi hutan, konflik agraria, hingga potensi desa akan mendorong masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pembangunan narasi publik.

Salah satu peserta, Nur Listiani, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya menyampaikan informasi secara terstruktur.

“Biasanya kami hanya melihat dan mengalami langsung di lapangan, tetapi tidak tahu bagaimana menyampaikannya. Setelah pelatihan ini, kami jadi lebih paham cara menulis dan menyampaikan informasi dengan jelas,” katanya.

Reporter: Syifa Rahmadinny
Editor: Euis Astrid Khofifah