Lampung Catat Surplus Perdagangan Luar Negeri 332,19 Juta US Dollar pada April 2026

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Sumber Foto: Liputan6

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 332,19 juta US Dollar. Capaian tersebut diperoleh dari nilai ekspor sebesar 504,59 juta US Dollar dan impor sebesar 172,40 juta US Dollar.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dirilis pada Selasa (2/6), surplus perdagangan pada April 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 238,41 juta US Dollar.

Nilai ekspor Lampung pada April 2026 tumbuh 43,29 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang sebesar 352,16 juta US Dollar. Namun secara kumulatif, total ekspor Januari-April 2026 mencapai 1,89 miliar US Dollar atau turun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar ekspor kumulatif Lampung dilakukan melalui pelabuhan di dalam provinsi dengan nilai mencapai 1,57 miliar US Dollar atau 83,28 persen dari total ekspor. Sisanya sebesar 315,22 juta US Dollar dikirim melalui pelabuhan di luar Lampung.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung selama Januari-April 2026 dengan nilai 290,01 juta US Dollar atau 15,38 persen dari total ekspor. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar 234,92 juta US Dollar dan Pakistan sebesar 175,84 juta US Dollar.

Komoditas ekspor terbesar masih didominasi kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati dengan nilai 889,42 juta US Dollar atau 47,17 persen dari total ekspor. Selanjutnya diikuti bahan bakar mineral sebesar 274,31 juta US Dollar dan kopi, teh, serta rempah-rempah sebesar 221,86 juta US Dollar.

Di sisi lain, nilai impor Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 172,40 juta US Dollar atau meningkat 51,56 persen dibandingkan April 2025. Meski demikian, secara kumulatif nilai impor Januari-April 2026 turun 39,04 persen menjadi 489,26 juta US Dollar.

Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai 122,77 juta US Dollar, disusul Thailand sebesar 61,84 juta US Dollar dan Australia sebesar 58,23 juta US Dollar.

Dengan kinerja ekspor yang masih lebih tinggi dibandingkan impor, Lampung berhasil mempertahankan surplus perdagangan luar negeri pada April 2026.

Penulis: Athirah Irbah Izzetya