MSE.ID, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan produk peternakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, kebutuhan daging sapi di Lampung pada bulan Maret diperkirakan mencapai sekitar 2.647 ton. Sementara ketersediaannya mencapai sekitar 3.940 ton, sehingga terdapat surplus sekitar 1.293 ton.
Kepala Disnakkeswan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan daging menjelang Idulfitri.
“Untuk kebutuhan daging sapi di Lampung saat ini masih sangat aman. Bahkan kita masih mengalami surplus, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan stok menjelang Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan tersebut berasal dari berbagai sumber suplai, termasuk dari sembilan perusahaan penggemukan sapi atau feedlotter yang beroperasi di Provinsi Lampung dengan total stok mencapai sekitar 17.974 ekor sapi.
Selain daging sapi, ketersediaan daging ayam juga dipastikan dalam kondisi aman. Kebutuhan daging ayam di Lampung selama bulan Maret diperkirakan mencapai sekitar 11.409 ton, sementara ketersediaannya mencapai sekitar 36.336 ton.
Pemerintah daerah juga terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, salah satunya dengan menggelar bazar pangan murah serta melakukan pemantauan melalui Satgas Pangan selama bulan Ramadan.
Salah seorang warga Bandar Lampung, Nur mengaku merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai ketersediaan stok pangan yang cukup menjelang Lebaran.
“Kalau stoknya aman tentu kami sebagai masyarakat jadi lebih tenang. Biasanya menjelang Lebaran harga bahan makanan suka naik, jadi semoga dengan stok yang cukup harga juga tetap stabil,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan stok, Disnakkeswan Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa produk peternakan yang beredar di pasaran telah melalui pengawasan dan memenuhi standar keamanan pangan.
Melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), produk peternakan yang beredar dipastikan aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pemerintah melalui Disnakkeswan berharap dengan ketersediaan stok yang mencukupi serta pengawasan yang terus dilakukan, kebutuhan masyarakat terhadap produk peternakan selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.
Reporter : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
