MSE.ID, Bandar Lampung — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten menjadi momentum refleksi bagi insan pers di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Lampung. Rangkaian kegiatan HPN 2026 di Banten diisi dengan pameran budaya dan produk UMKM lokal, kegiatan jalan sehat yang melibatkan ribuan masyarakat dan wartawan dari berbagai daerah, hingga peluncuran buku bertema pers dan kearifan lokal.
Perayaan HPN di Banten tersebut menunjukkan peran pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan literasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Meski perayaan HPN tahun ini tidak digelar secara khusus di Lampung, momentum tersebut tetap dimaknai sebagai pengingat pentingnya peran media lokal.
Jurnalis Pemerintah Provinsi Lampung, Yudha, berharap kemerdekaan pers di Indonesia tetap terjaga seiring dengan kondisi kebebasan pers nasional yang dinilainya cukup baik. Ia merujuk pada Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Indonesia yang berada di angka 69,44.
“Namun, kebebasan pers tersebut harus diimbangi dengan pers yang menjalankan fungsi utamanya sebagai watchdog, kontrol sosial, dan media edukasi bagi masyarakat,” kata Yudha.
Menurutnya, di tengah era digitalisasi, pers dituntut bekerja dengan kecepatan tanpa mengabaikan ketepatan informasi. Ia menilai keunggulan pers dibandingkan media sosial terletak pada proses verifikasi serta check dan recheck fakta sebelum informasi dipublikasikan.
“Pers harus menjadi penjaga fakta dan informasi yang dikonsumsi masyarakat, meskipun media sosial tetap dibutuhkan sebagai sarana distribusi informasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.
Dalam konteks Lampung, Yudha berharap insan pers memiliki sumber daya manusia yang unggul, termasuk kepemilikan kartu uji kompetensi dan latar belakang pendidikan yang memadai agar dapat menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.
Harapan terhadap dunia pers juga disampaikan oleh Ikrar selaku mahasiswa di Bandar Lampung. Ia berharap industri jurnalistik di Indonesia semakin berintegritas dan berkualitas.
“Semoga dunia dan industri jurnalis Indonesia semakin berintegritas, kualitasnya terus meningkat, dan dapat berguna dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan warga negara Indonesia,” ujar Ikrar.
Sementara itu, Rian Afriandi selaku Advokasi Officer PKBI Lampung, menekankan pentingnya penguatan kualitas pemberitaan di daerah, khususnya yang berbasis data dan fakta.
“Untuk pers di Lampung, saya berharap media bisa jauh lebih masif dalam menerbitkan berita-berita yang berbasis data dan fakta agar informasi yang diterima masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rian.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum refleksi bagi insan pers di daerah untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta komitmen terhadap kepentingan publik di tengah tantangan era digital.
Penulis : Azka Fatiha Nasya
