Harga kencur di Pasar Untung Lampung mengalami kenaikan signifikan usai Hari Raya Idulfitri 2026. Komoditas bumbu dapur tersebut kini dijual hingga Rp150 ribu per kilogram dari harga normal yang berkisar Rp80 ribu per kilogram.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada hari ketiga Lebaran, aktivitas pasar terpantau masih relatif sepi. Hanya beberapa pedagang yang membuka lapak, terutama pada sore hari, dengan jumlah pembeli yang juga belum ramai seperti hari biasa.
Salah satu pedagang sayur yang turut menjual kencur mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat setelah Lebaran.
“Sekarang kencur Rp150 ribu per kilo, biasanya cuma Rp80 ribu. Banyak yang beli karena buat masak seblak, mungkin sudah bosan sama daging, opor, rendang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain untuk kebutuhan memasak, kencur juga banyak dicari sebagai bahan minuman herbal. Setelah mengonsumsi berbagai makanan khas Lebaran yang cenderung bersantan dan berlemak, masyarakat mulai beralih ke bahan alami untuk menjaga kondisi tubuh.
Menurutnya, tingginya kebutuhan dapur pasca-Lebaran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga kencur di pasaran.
Salah satu pembeli, yang merupakan ibu rumah tangga, Asti mengaku sudah melewati tiga hari lebaran mengatakan mulai mengurangi konsumsi makanan lebaran.
“Maklum karena udah tua, jadi gak bisa banyak banyak makan daging, santan. Jadi beli kencur untuk buat masak juga buat ramuan jamu detoks tubuh,” kata Asti.
Kondisi pasar yang masih sepi menunjukkan aktivitas perdagangan belum sepenuhnya pulih. Pedagang berharap dalam beberapa hari ke depan jumlah pembeli akan kembali normal seiring berakhirnya masa libur Lebaran, juga pembeli yang berharap agar harga jual kebutuhan di pasar dapat turut kembali normal.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
