MSE.ID, Lampung Timur — Jagat maya dihebohkan oleh video yang memperlihatkan perjuangan para pelajar dan warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Setiap hari, mereka harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil atau getek demi menuju sekolah dan beraktivitas.
Video yang viral sejak Minggu (01/02/2026) ini, memicu gelombang kritik pedas dari warganet terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut, memperlihatkan perahu yang sudah dipenuhi oleh anak-anak berseragam sekolah beserta sepeda motor mereka. Tanpa alat keselamatan seperti pelampung, mereka harus menempuh jarak kurang lebih 700 meter untuk sampai ke sekolah.
@feedgramindo
Perekam video menyebutkan bahwa Desa Kali Pasir telah berdiri sejak tahun 1960, namun hingga tahun 2026 ini, jembatan penghubung yang permanen belum juga terealisasi.
“Kasihan anak didik generasi bangsa ini. Jangan cuma janji palsu saja,” cetus pengunggah video tersebut.
Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) melalui akun Tiktok resminya menyebutkan bahwa ada sekitar 90 anak, hingga hari ini, masih harus menyeberangi sungai menggunakan rakit demi bisa berangkat ke sekolah.
Ia juga menjelaskan bahwa perlu diketahui “Jembatan Kali Pasir merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, karena menghubungkan antar desa dan antar kecamatan,” tulisnya dalam caption akun Tiktok @rahmatmirzanidjausalpada (03/02/2026).
Melihat hal tersebut Pemerintah Provinsi Lampung bersama Panglima Kodam XXI/Radin Inten telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Dalam video unggahan @rahmatmirzanidjausal, dijelaskan bahwa sambil menunggu anggaran jembatan permanen yang diperkirakan mencapai 70 milliar, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Panglima Kodam XXI/Radin Inten mengusulkan pembangunan jembatan gantung sebagai solusi darurat.
@rahmatmirzanidjausal
Jembatan ini nantinya akan diberi nama Jembatan Merah Putih yang ditargetkan selesai pada semester pertama 2026, agar anak-anak dapat menyeberang lebih aman sambil menunggu solusi permanen.
Terkait usulan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi terbaik bagi masyakarat kecamatan Way Bungur agar anak-anak tidak lagi terlambat datang ke sekolah apalagi sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjanalan menuju ke sekolah.
Reporter : Awalludin Sultan Yusuf
Editor : Euis Astrid Khofifah
