MSE.ID, Bandar Lampung — Lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation (GO) terus memaksimalkan persiapan siswa dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Program pembelajaran intensif bahkan telah dimulai sejak semester tiga, setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah.
Kepala Unit GO Panjaitan, Agus Munib, menjelaskan bahwa sejak awal tahun ajaran pihaknya telah memberikan pembekalan kepada siswa. Namun, fokus khusus terhadap SNBT dilakukan secara lebih intensif setelah masa ujian sekolah berakhir.
“Fokus ke SNBT dimulai sejak semester tiga. Setelah siswa selesai ujian sekolah, kami mulai dengan seminar motivasi dan pengarahan strategi SNBT langsung dari Direktur Utama Ganesha Operation,” ujarnya.
Dalam periode tersebut, intensitas belajar siswa ditingkatkan secara signifikan. Jika sebelumnya hanya berlangsung beberapa kali dalam seminggu, siswa kemudian didorong untuk mengikuti pembelajaran setiap hari.
“Setelah ujian selesai, siswa kami imbau untuk masuk setiap hari, dari pagi hingga sore. Bahkan, kami membuka ruang belajar 24 jam bagi siswa yang ingin belajar lebih maksimal,” jelas Agus.
GO menerapkan metode pembelajaran yang dikenal dengan konsep 3B, yakni belajar, berlatih, dan bertanding. Metode ini dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi SNBT.
Menurut Agus, proses belajar saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan latihan soal secara intensif. Oleh karena itu, siswa dibekali ribuan soal berbasis digital yang dapat diakses melalui aplikasi pembelajaran.
“Setelah belajar, siswa wajib berlatih. Kami sudah menyiapkan ribuan soal di aplikasi digital, sehingga siswa dapat memaksimalkan latihan secara mandiri,” katanya.
Selain itu, tahap “bertanding” diwujudkan melalui pelaksanaan try out secara rutin. Pada masa intensif, try out bahkan dilakukan lebih sering untuk melatih kesiapan mental siswa.
“Try out ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan siswa sekaligus melatih mental mereka saat menghadapi ujian sebenarnya,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada peningkatan nilai, GO juga memberikan pendampingan dalam strategi pemilihan jurusan. Hal ini dinilai krusial karena banyak siswa yang memiliki nilai tinggi namun gagal lolos akibat kurang tepat dalam menentukan pilihan.
“Strategi memilih jurusan itu sangat penting. Banyak yang nilainya sudah tinggi, tetapi tidak lolos karena tidak menggunakan strategi yang tepat,” jelasnya.
Di Lampung, GO memiliki 12 unit yang tersebar di empat wilayah, yakni Bandar Lampung, Metro, Pringsewu, dan Kotabumi. Khusus di Unit Panjaitan, tercatat sebanyak 406 siswa mengikuti program persiapan SNBT tahun ini.
Sementara itu, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), GO Lampung mencatat sebanyak 390 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri. Dari jumlah tersebut, 77 siswa berasal dari Unit Panjaitan.
Selain program pembelajaran yang intensif, semangat siswa juga terlihat dari papan harapan yang terpajang di ruang belajar. Berbagai target kampus dan jurusan dituliskan sebagai bentuk motivasi menjelang SNBT.
Beberapa di antaranya menargetkan perguruan tinggi ternama, seperti Lidya yang ingin masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Amara yang menargetkan jurusan Hukum di Universitas Indonesia, serta Fahira Adelia yang bercita-cita melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Teknologi Bandung.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan serta semangat siswa yang tinggi, Agus optimistis para peserta didiknya mampu bersaing dan meningkatkan peluang lolos ke perguruan tinggi negeri sesuai target masing-masing.
Reporter : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
