Ketua Fraksi Gerindra William Mamora, SH tolak rencana Pemkab Lampura untuk melakukan pinjaman kepada PT SMI, ia berpandangan bahwa langkah itu diambil terlihat sebagai bentuk Frustasi terhadap Pressure dari pihak eksternal dan Banyaknya masyarakat yang menyampaikan kritik melalui berbagai media.
William berpandangan mestinya sebelum merencanakan pinjaman, terlebih dahulu Pemkab harus menggerakkan dengan serius OPD-OPD yang memiliki sumber-sumber PAD. Sektor potensi stabilitas keuangan daerah merupakan pilar ekonomi wilayah yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor inilah yang akan menjadi Barometer fiskal agar pemerintah daerah terhindar dari krisis keuangan dan mampu membiayai pembangunan secara berkelanjutan.
Selain sektor Pajak dan Retribusi, ada sektor UMKM, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pengelolaan BUMD, Lobby Pemerintah Pusat dan sektor lainnya. Mestinya Pemkab serius akan hal ini terlebih dahulu.
Ia mengatakan dari Pemaparan yang disampaikan oleh Pihak Pemkab dalam 2 kali kesempatan berdiskusi di DPRD, Hampir semuanya difokuskan pada sektor Infrastruktur, Padahal Lampung Utara juga butuh dukungan pada sektor lain sebagai upaya pengentasan angka kemiskinan yang sangat tinggi, yang menyebabkan 5000an anak putus sekolah.
William menambahkan, Pemkab Lampura saat ini masih ada hutang yang harus diselesaikan, terlebih lagi ia megkawatirkan Beban Cicilan (Pembayaran Kembali) Kewajiban pokok dan bunga pinjaman dapat mengurangi ruang fiskal APBD pada tahun-tahun berikutnya.
Belum lagi ada dengan Risiko Gagal Bayar, ketika terjadi penurunan pendapatan transfer daerah, Pemda bisa mengalami kesulitan membayar cicilan, yang memicu pemotongan Dana Transfer Umum (DTU) oleh Pemerintah Pusat.
Maka dari itu, ia menolak rencana tersebut dan menyarankan kepada Pemkab untuk terlebih dahulu menata dengan baik jajarannya dan menyusun perencanaan dengan matang.
