Dinkes Lampung Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem Godzilla El Nino

Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung di Jalan Dr. Susilo, No.44, Pahoman Sumber Foto: MSE.ID

MSE.ID, Bandar Lampung — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang belakangan terjadi, termasuk fenomena yang dikenal sebagai Godzilla El Nino. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, heat stroke, hingga peningkatan penyakit pernapasan.

Hal itu disampaikan perwakilan Dinkes Provinsi Lampung, Fungsional Epidemiolog Kesehatan Ahli Madya, Sutrisno, S. KM., M.Kes., saat diwawancarai terkait perubahan cuaca yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya perubahan musim kini semakin sulit diprediksi dibandingkan sebelumnya.

“Dulu kita mengenal dua musim yang lebih jelas, sekarang terjadi perubahan iklim yang berdampak pada pola cuaca. Ini tidak terlepas dari kerusakan lingkungan, pembangunan yang tidak diimbangi ruang hijau, dan meningkatnya suhu udara,” kata Sutrisno.

Ia menjelaskan, cuaca panas ekstrem dapat memicu sejumlah risiko kesehatan. Salah satunya adalah heat stroke, yakni kondisi saat tubuh tidak mampu mengendalikan suhu akibat paparan panas berlebih. Selain itu, dehidrasi berat juga rentan terjadi jika masyarakat kurang mengonsumsi air putih.

Kelompok yang paling berisiko terdampak, lanjutnya, ialah balita dan lanjut usia (lansia). Karena itu, mereka dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah terutama pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB saat suhu udara cenderung tinggi.

Selain dampak panas, Sutrisno mengatakan kebakaran hutan dan lahan yang dipicu musim kering juga dapat menurunkan kualitas udara. Asap dari kebakaran tersebut berpotensi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kambuhnya asma, bronkitis, hingga iritasi tenggorokan.

“Kalau udara tercemar asap, masyarakat rentan mengalami gangguan pernapasan. Ini yang harus diwaspadai saat musim panas berkepanjangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan cuaca juga berpengaruh terhadap penyebaran penyakit berbasis vektor seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria. Curah hujan yang tidak menentu dapat menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Provinsi Lampung melalui bidang promosi kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Imbauan tersebut antara lain memperbanyak minum air putih, mengenakan pakaian yang nyaman dan berwarna terang, tidak gelap, mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar rumah memiliki ventilasi yang baik, jangan tertutup terus. Kalau memungkinkan gunakan pendingin ruangan atau penyaring udara,” kata Sutrisno.

Selain itu, pihaknya juga tengah menggencarkan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) sebagai upaya memantau kondisi udara di permukiman. Bandar Lampung menjadi salah satu wilayah percontohan karena memiliki kepadatan penduduk, aktivitas transportasi, dan sumber pencemaran yang cukup tinggi.

Di akhir, Sutrisno mengimbau warga membawa botol minum sendiri saat beraktivitas agar kebutuhan cairan terpenuhi sekaligus mengurangi sampah plastik. Ia juga meminta masyarakat tetap menjaga pola makan bergizi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur di tengah cuaca ekstrem.

“Sering-sering minum air putih, kurangi aktivitas saat siang hari, gunakan topi atau payung jika harus keluar rumah, dan jaga lingkungan agar tetap bersih,” tutupnya.

Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah