Menjelang berakhirnya masa libur Lebaran, banyak perantau mulai bersiap kembali ke kota tempat mereka bekerja atau menempuh pendidikan. Selain membawa barang kebutuhan pribadi, oleh-oleh khas daerah juga menjadi hal yang tidak terpisahkan sebelum kembali ke perantauan.
Di Lampung, berbagai makanan khas menjadi incaran perantau untuk dibawa pulang. Mulai dari camilan ringan hingga makanan siap santap. Oleh-oleh ini tidak hanya menjadi buah tangan, tetapi juga menjadi cara untuk mengobati rindu terhadap kampung halaman.
Di Lampung salah satu oleh-oleh yang paling banyak diburu adalah keripik pisang. Camilan khas Lampung ini dikenal memiliki beragam varian rasa, seperti cokelat, keju, balado, hingga varian manis lainnya yang cocok untuk berbagai selera.
Antusiasme perantau dalam berburu oleh-oleh juga terlihat dari pengalaman langsung yang mereka rasakan. Salah seorang perantau yang bekerja di Jakarta, Fifi mengaku selalu menyempatkan diri membeli keripik pisang setiap kali pulang ke Lampung.
“Biasanya beli keripik pisang berbagai rasa, karena ini khas Lampung banget. Rasanya juga banyak yang enak, terus praktis dibawa ke Jakarta,” ujarnya.
Selain mudah dibawa, keripik pisang juga memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga menjadi pilihan favorit bagi perantau yang menempuh perjalanan jauh.
Tidak hanya camilan, makanan khas seperti pempek juga turut menjadi pilihan oleh-oleh. Kini, pempek banyak dijual dalam kemasan vakum yang membuatnya lebih tahan lama dan tetap terjaga kualitasnya selama perjalanan.
Sherly juga selaku perantau yang bekerja di Malang, mengaku lebih memilih membawa pempek sebagai oleh-oleh karena cita rasanya yang khas.
“Beli pempek yang sudah divacum, soalnya beda aja sama makanan yang ada di Jawa,” katanya.
Selain keripik pisang dan pempek, beberapa oleh-oleh lain seperti kopi Lampung, kue kering, hingga aneka makanan olahan juga mulai banyak diminati.
Kemudahan dalam pengemasan, daya tahan produk, serta keunikan rasa menjadi faktor utama yang dipertimbangkan perantau dalam memilih oleh-oleh.
Fenomena ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal, terutama menjelang arus balik Lebaran. Permintaan yang meningkat membuat penjualan oleh-oleh khas daerah turut mengalami kenaikan.
Dengan berbagai pilihan yang tersedia, oleh-oleh khas Lampung tidak hanya menjadi pelengkap perjalanan, tetapi juga menjadi simbol kedekatan dengan kampung halaman yang tetap dibawa, meski harus kembali ke perantauan.
Penulis : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
