Data HIV Lampung Meningkat, Dokter PKBI Sebut Dampak Perluasan Skrining

Pita merah melambangkan kesadaran dan dukungan untuk HIV/AID Sumber : Vecteezy

MSE.ID, Bandar Lampung — Isu kenaikan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Lampung ramai diperbincangkan di media sosial, Dokter Penanggung Jawab Klinik Ragom Kencana Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung sebut ini dipengaruhi perluas skrining.

Dokter PKBI, dr. Karina Permata Sari menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kasus HIV yang terdeteksi bisa dipengaruhi oleh semakin luasnya kegiatan skrining dan pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, HIV dikenal sebagai fenomena “gunung es”, di mana jumlah kasus yang terlihat biasanya hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya di masyarakat.

“Kalau HIV itu fenomena gunung es. Bukan berarti sekarang tinggi lalu sebelumnya tidak ada. Bisa jadi karena penjaringannya lebih luas dan akses skrining sekarang lebih mudah,” ujar Karina.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan skrining HIV atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) kini semakin banyak dilakukan di berbagai lokasi, termasuk pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini membuat lebih banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi diketahui.

“Kalau hasilnya positif lebih banyak saat ini, bisa jadi itu menunjukkan keberhasilan sistem skrining, bukan berarti semata-mata peningkatan kasus,” jelasnya.

Di awal tahun 2026, Klinik Ragom Kencana mencatat adanya penambahan pasien baru maupun pasien rujukan dari fasilitas kesehatan lain. Namun demikian, Karina menyebut masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita belum bisa membandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun ini juga baru berjalan beberapa bulan, tetapi memang ada tambahan pasien baru dan pasien rujukan,” katanya.

Selain itu, Karina mengingatkan pentingnya pencegahan melalui perilaku hidup sehat, khususnya dengan menghindari hubungan seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan serta praktik hubungan seksual yang tidak aman.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV (ODHIV), karena dengan pengobatan yang rutin mereka tetap dapat menjalani kehidupan normal.

“ODHIV itu tidak harus menjadi AIDS. Selama pengobatan rutin, mereka tetap bisa hidup normal dan berprestasi,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang merasa memiliki risiko tertular HIV, Karina menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan melalui layanan konseling dan tes HIV yang tersedia dengan menjaga kerahasiaan pasien.

Reporter : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah