Untuk memberikan bekal menuju remaja, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Lampung menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi SDN 01 Rajabasa Raya, Lampung, pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan yang dikhususkan bagi siswa kelas 5 dan 6 SD ini bertujuan membantu anak-anak dalam fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja agar memahami perubahan tubuh, menjaga kebersihan diri, serta mengenal batasan tubuh sehingga dapat tumbuh lebih aman dan percaya diri.
Pada usia tersebut, sejumlah perubahan fisik dan emosional mulai muncul, tetapi belum semua anak mendapat informasi yang jelas dan tepat. PKBI Lampung hadir untuk mengisi dan memberikan pemahaman tersebut melalui materi yang mudah dipahami.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari perwakilan PKBI Lampung, Euis Astrid Khofifah dan Tasa Tera Mapala yang memaparkan materi secara terpisah untuk siswa perempuan dan laki-laki.
Untuk siswi perempuan, materi mencakup tanda-tanda perubahan tubuh seperti pertumbuhan payudara, menstruasi, perubahan bentuk tubuh, hingga cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Sedangkan untuk siswa laki-laki, pemaparan meliputi perubahan suara, mimpi basah, pertumbuhan rambut di beberapa bagian tubuh, serta pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa pubertas.
Dalam pemaparannya, Euis dan Tasa menyampaikan tentang perubahan tubuh harus diberikan sedini mungkin supaya anak tidak takut, malu, atau salah kaprah ketika mengalaminya. Selain aspek fisik, peserta juga diajak memahami batasan tubuh pribadi.
“Nah, ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Kecuali dalam situasi tertentu, misalnya pemeriksaan medis yang perlu pendampingan orang tua atau wali. Ini penting diketahui sejak dini supaya anak punya pengetahuan untuk melindungi diri,” jelas Tasa.

Lebih lanjut, siswa diberikan panduan praktis merawat dan membersihkan area pribadi dengan benar, seperti mengganti pakaian dalam secara rutin, membersihkan tubuh dengan tepat, serta menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari menjaga kesehatan reproduksi.
Setelah sesi pemaparan materi selesai, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Para guru mengaku senang karena materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh siswa, terlihat dari antusiasme mereka selama kegiatan berlangsung.
Pihak Sekolah, Rusdi Hartono salah satu Guru SDN 1 Rajabasa Raya berharap sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan dasar terkait kesehatan reproduksi, termasuk pemahaman mengenai bagian tubuh yang tidak boleh disentuh serta informasi lain yang belum mereka dapatkan dalam mata pelajaran formal di sekolah.
“Materi seperti ini memang belum secara detail dipelajari di kelas. Jadi melalui sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan bekal tambahan yang sangat penting,” kata Rusdi.
Menariknya, usai kegiatan resmi ditutup, sejumlah siswa secara inisiatif maju untuk berkonsultasi secara langsung dengan fasilitator PKBI Lampung. Mereka menyampaikan pertanyaan maupun cerita secara lebih personal, layaknya sesi konseling singkat.
Melihat respons tersebut, para guru mengaku tergerak dan berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini agar pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Euis menyampaikan bahwa PKBI membuka peluang untuk program lanjutan, meskipun saat ini masih dalam tahap diskusi bersama pihak sekolah.
“Setelah sosialisasi selesai, ada beberapa anak yang langsung maju tanpa diminta, seperti konsultasi. Itu menunjukkan adanya kebutuhan dalam diri mereka. Guru-guru juga berharap ada kelanjutan program. Saat ini kami masih berdiskusi untuk merancang bentuk kegiatan lanjutan yang tepat,” jelas Euis.

Dengan adanya kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami perubahan tubuh sebagai proses alami, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertanya, menjaga diri, dan tumbuh menjadi remaja yang sehat serta lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
