MSE.ID, Bandar Lampung — Banjir merendam permukiman warga di Jalan Pisang, Gang Garuda 3, Pasir Gintung serta Jagabaya, Wayhalim pada Rabu malam (14/04), sekitar pukul 18.50 WIB. Ketinggian air dilaporkan mencapai dagu orang dewasa di luar rumah warga.
Salah satu warga, Indah, mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke dalam rumah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Meski di dalam rumah ketinggian air lebih rendah karena adanya penghalang banjir, kondisi di luar rumah jauh lebih parah.
“Kalau di dalam rumah sekitar kaki orang dewasa, tapi di luar itu bisa sampai sedagu orang dewasa,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang milik warga mengalami kerusakan. Indah menyebut perabotan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, hingga telepon genggam miliknya terendam air dan tidak dapat digunakan lagi.
“Kerugiannya dari perabotan rumah tangga saja, seperti kipas, HP, dan mesin cuci terendam. HP sudah tidak bisa hidup lagi,” katanya.
Selain itu, dapur rumah Indah juga mengalami kerusakan hingga jebol akibat derasnya arus air, sementara sejumlah barang lainnya hanyut terbawa banjir.
Meski demikian, warga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban hanyut,” tambahnya.
Terkait penanganan, Indah menyebut belum ada bantuan langsung dari pihak berwenang dalam bentuk ganti rugi. Namun, petugas pemadam kebakaran dan tenaga medis sempat turun ke lokasi untuk membantu penanganan awal.
Sementara itu, warga lainnya, Angga, yang tinggal di Jagabaya, juga mengungkapkan kondisi serupa. Ia menyebut hujan mulai turun sejak sore hari dan banjir dengan cepat merendam permukiman.
“Hujan dari sore sekitar jam lima, mulai banjir jam enam, dan benar-benar surut sekitar jam sembilan malam,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketinggian air di dalam rumah mencapai dada orang dewasa, sementara di luar rumah bahkan lebih tinggi.
“Di dalam rumah sekitar dada orang dewasa, sedangkan di luar bisa sampai seleher,” tambahnya.
Akibat banjir tersebut, rumahnya juga mengalami kerusakan.
“Lumayan sih, walaupun nggak dihitung. Yang jelas pintu sampai jebol,” katanya.
Reporter : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
