MSE.ID, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 pada Senin (13/04/2026).
Musrenbang kali ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah”.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari tingkat nasional maupun daerah, dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, dalam paparannya menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan bagian penting dalam sistem perencanaan pembangunan nasional yang harus dilaksanakan secara terintegrasi dan partisipatif.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan daerah harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan pembangunan.
“Perencanaan pembangunan daerah harus selaras dengan perencanaan nasional. Ini penting agar program yang dijalankan benar-benar terarah dan berdampak,” ujar Restuardy Daud.
Baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian antara program yang direncanakan dan yang dilaksanakan.
Dalam forum tersebut, juga turut dibahas sejumlah isu strategis pembangunan di Provinsi Lampung, di antaranya belum optimalnya pertumbuhan ekonomi, tingginya angka kemiskinan, hingga perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan potensi daerah secara maksimal.
Musrenbang RKPD Tahun 2026 juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan daerah, mengingat tahun tersebut merupakan paruh waktu pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Restuardy turut berharap melalui forum ini, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin kuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Hasil Musrenbang ini diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong Lampung menjadi daerah yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing,” tutupnya.
Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
