MSE.ID Bandar Lampung — Melalui Program Cerita Kita (CITA) pada Sabtu (07/03), Movement Social Environment (MSE) kembali menggelar live streaming Instagram dengan mengangkat tema “Self Boundaries dalam Hubungan”.
Kegiatan ini menghadirkan Duta Konselor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) Tahun 2026, Gading Maharatu, sebagai narasumber untuk membahas pentingnya batasan diri dalam hubungan di kalangan remaja. Topik ini turut menyinggung kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska pada Kamis (26/2) lalu yang dipicu konflik percintaan.
Dalam sesi tersebut, Gading Maharatu menyampaikan, salah satu penyebab hubungan yang berujung konflik bahkan kekerasan adalah karena tidak adanya batasan yang jelas dalam hubungan.
“Hal itu bisa terjadi karena tidak adanya batasan dalam suatu hubungan. Padahal boundaries itu penting agar seseorang bisa menjaga dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa interaksi remaja yang banyak berlangsung melalui media sosial membuat penetapan batasan diri menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam hubungan.
Selain itu, Gading mengatakan bahwa batasan diri sering kali disalahartikan sebagai sikap egois. Menurutnya, boundaries dan egoisme merupakan dua hal yang berbeda.
“Sering kali ketika seseorang menetapkan batasan dianggap egois dalam hubungan. Padahal boundaries itu untuk menjaga diri, sedangkan egois lebih kepada mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan beberapa tanda ketika batasan diri mulai dilanggar dalam sebuah hubungan, seperti munculnya rasa tidak nyaman saat berkomunikasi dengan pasangan, munculnya rasa bersalah yang tidak perlu, serta kecenderungan mengabaikan perasaan sendiri demi mempertahankan hubungan.
Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui akun Instagram MSE dan menjadi bagian dari program diskusi yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut.
Reporter : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
