Jangan Abaikan Asupan Gula, Klinik Ragom Kencana Ajak Masyarakat Peduli Diabetes

Tanda Pengenal Tempat Klinik Ragom Kencana Sumber Foto : PKBI Lampung

Konsumsi makanan dan minuman manis rasanya memang menyenangkan, bahkan menjadi bagian dari keseharian banyak orang yang tidak terlewatkan. Namun, di balik rasa manis tersebut, terdapat risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah diabetes. Penyakit ini sering muncul tanpa gejala yang jelas pada awalnya, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa kadar gula darah mereka sudah melebihi dri batas normal seharusnya.

Gula merupakan salah satu jenis karbohidrat yang secara alami terdapat dalam berbagai bahan makanan, seperti fruktosa pada buah dan laktosa pada susu. Selain itu, terdapat pula gula tambahan, seperti sakarosa dan sirup jagung, yang banyak ditemukan pada minuman kemasan, makanan olahan, dan camilan manis. Ketika dikonsumsi, gula akan diubah didalam tubuh menjadi glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

Namun, konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Dalam kondisi normal, hormon insulin membantu memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Pada penderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakannya secara efektif, sehingga kadar gula darah tetap tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai permasalalahn komplikasi serius.

Komplikasi diabetes dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, seperti kerusakan ginjal, gangguan penglihatan hingga kebutaan, kerusakan saraf, serta meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena sering tidak menimbulkan gejala yang nyata pada tahap awal, diabetes kerap disebut sebagai silent killer.

Meski demikian, diabetes dapat dicegah dan dikendalikan melalui perubahan gaya hidup yang sehat. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan kaya serat, seperti sayuran, buah, dan biji-bijian, dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Memilih karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan roti gandum, juga lebih disarankan dibandingkan karbohidrat sederhana lain.

Aktivitas fisik secara teratur juga perlu dilakuan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan selama minimal 30 menit setiap hari, turut berperan dalam membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efektif. Selain itu, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, dan memastikan waktu tidur yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Pemeriksaan gula darah secara berkala juga penting, terutama bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau faktor risiko lainnya. Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Nah, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung menyediakan layanan konsultasi kesehatan bagi masyarakat yang ingin memeriksa atau berkonsultasi terkait kadar gula darah dan pencegahan diabetes. Layanan ini dapat diakses secara langsung di Klinik Ragom Kencana PKBI Lampung, yang berlokasi di Jl. Abdi Negara No. 1, Gulak Galik, Teluk Betung, atau melalui WhatsApp di nomor +62 831 1036 8515.

Melalui edukasi, pola makan sehat, dan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat lebih waspada terhadap risiko diabetes. Menjaga keseimbangan konsumsi gula bukan berarti menghindari sepenuhnya, melainkan mengatur dengan bijak demi kesehatan jangka panjang.

Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah