Berawal dari dunia tari, perjalanan seorang MUA dan hair stylist ini tumbuh secara alami dari panggung kecil hingga menjadi profesi yang ia tekuni serius selama hampir lima tahun terakhir. Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia rias. Saat bergabung dalam sanggar tari, ia terbiasa merias wajah dan membuat sanggulnya sendiri sebelum tampil.
Pengalaman itu berlanjut saat SMA, ketika ia mulai membantu merias adik-adik kelasnya untuk berbagai pertunjukan. Dari situlah ia menyadari bahwa kemampuannya bukan sekadar hobi, melainkan potensi yang bisa dikembangkan.
Memasuki masa kuliah, ia mulai memberanikan diri membuka jasa make up secara mandiri. Awalnya hanya karena dorongan teman-teman yang melihat kemampuannya dan menyarankan agar ia lebih serius membangun personal branding. Dari situ, ia mulai menerima klien satu per satu, belajar memahami berbagai karakter wajah, serta mengasah teknik agar hasil riasannya semakin matang.
Seiring waktu, jam terbangnya semakin tinggi. Ia kini telah menangani berbagai kebutuhan rias mulai dari wisuda, lamaran, wedding, hingga acara formal lainnya. Bahkan beberapa kali ia dipercaya untuk job di luar kota. Hampir setiap akhir pekan jadwalnya terisi, sementara di hari kerja pun tetap ada klien untuk acara tertentu atau sesi khusus.
Di tengah banyaknya MUA di Bandar Lampung, ia menemukan kekuatannya pada hairdo. Jika make up artist semakin menjamur, hairstylist justru masih terbilang terbatas. Karena itu, banyak klien datang khusus untuk jasa hairdo. Untuk make up sendiri, ia dikenal dengan gaya soft glam—tampilan yang fresh, elegan, dan tidak mengubah wajah secara drastis. Ia lebih memilih menonjolkan kelebihan alami klien dibanding membuat transformasi yang terlalu jauh dari karakter aslinya.
Kini ia telah memiliki tim yang membantunya menangani klien dalam jumlah besar, terutama saat musim wisuda. Meski demikian, untuk klien utama seperti wisudawan ia tetap turun tangan langsung hingga tahap akhir. Baginya, sentuhan finishing adalah kunci untuk menjaga kualitas dan kepercayaan.
Perjalanan tersebut tentu tidak lepas dari tantangan. Ia kerap menghadapi klien dengan ekspektasi tinggi, terutama yang membawa referensi riasan artis atau tren yang sedang viral. Dalam situasi seperti itu, komunikasi menjadi hal paling penting. Ia selalu menjelaskan bahwa hasil riasan juga dipengaruhi oleh bentuk wajah, kondisi kulit, serta karakter masing-masing individu.
Baginya, tugas seorang MUA bukan menyalin wajah orang lain, tetapi menyesuaikan konsep agar tetap harmonis dengan klien. Untuk terus berkembang, ia tidak berhenti belajar. Ia mengikuti berbagai kelas untuk memperdalam teknik sekaligus memperkuat kredibilitas profesional.
Ia menyadari bahwa dunia kecantikan bergerak sangat cepat, sehingga kemampuan harus terus diperbarui agar tetap relevan. Meski sudah memiliki tim dan pengalaman lintas kota, ia tetap fokus pada konsep home service. Mayoritas klien merasa lebih nyaman dirias di rumah atau langsung di lokasi acara. Fleksibilitas dan pelayanan personal inilah yang menjadi ciri khasnya.
Dari panggung sanggar tari hingga menangani berbagai momen penting klien, perjalanannya menjadi bukti bahwa konsistensi dan ketekunan dapat membawa hobi menjadi profesi yang menjanjikan. Kini, ia tidak hanya merias wajah dan menata rambut, tetapi juga membantu setiap klien tampil lebih percaya diri di hari spesial mereka.
Bagi kamu yang sedang mencari MUA & hair stylist untuk wisuda, lamaran, prewedding, engagement, hingga wedding, layanan home service ini bisa jadi pilihan. Praktis, nyaman, dan tetap maksimal hasilnya.
Karena di setiap momen spesial, kamu berhak tampil percaya diri dan berkesan ✨
Untuk booking dan konsultasi, kamu bisa kunjungi langsung akun instagram resmi @distudioshanaya
Penulis : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
