MSE.ID, Lampung Utara — Gerakan kepemudaan di “Bumi Ragem Tunas Lampung” resmi memasuki babak baru. Melalui Temu Karya Karang Taruna (TKKT) yang transparan dan konstitusional, William Mamora terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Utara periode 2026-2031 pada Sabtu (14/02/2026).
Dalam ajang pengambilan suara tersebut, William mendominasi perolehan suara dengan dukungan mayoritas. Dari 24 hak suara yang diperebutkan, ia berhasil mengamankan 20 suara sah. Tingkat partisipasi pun tergolong tinggi, di mana 21 dari 23 kecamatan di Lampung Utara hadir memberikan mandatnya.
M. Erwinsyah, yang kini berstatus sebagai demisioner Ketua Karang Taruna Lampung Utara, mengungkapkan dukungannya dan berharap kepemimpinan William akan memiliki legitimasi yang kuat.
“Hasil ini sepenuhnya sah dan konstitusional. Kita telah menyaksikan proses yang sehat, di mana suara mayoritas kecamatan bersinergi dengan pengurus di tingkat atasnya,” ujar Erwinsyah.
Ia turut berharap, di bawah kendali William, organisasi ini mampu bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah yang lebih inovatif.
TKKT digelar sebagai agenda pergantian kepemimpinan sekaligus pembahasan arah kebijakan dan program strategis Karang Taruna lima tahun ke depan.
Kepengurusan baru dijadwalkan menjalankan program yang berfokus pada penguatan peran pemuda dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Lampung Utara.
Setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, William Mamora menyebut kemenangan tersebut sebagai hasil kebersamaan seluruh kader.
“Fokus utama kita bukan pada siapa yang menang, tapi bagaimana kedewasaan berdemokrasi ini menjadi modal untuk membangun Lampung Utara. Saya sangat mengharapkan doa dan dukungan kolektif agar kita bisa sukses mengawal program pemerintah ke depan,” tutur William.
Terpilihnya William Mamora sebagai ketua menandai restrukturisasi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lampung Utara. Organisasi tersebut akan mengarahkan program pada penguatan soliditas internal serta pemberdayaan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Penulis: Syifa Rahmadinny
Editor : Euis Astrid Khofifah
