MSE.ID, Bandar Lampung — Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung melakukan audiensi dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) sebagai upaya memperkuat kerja sama dalam advokasi yang inklusif, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Audiensi di Laksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) PKK Lampung, Pada Rabu (04/02/2026).
Audiensi ini bertujuan untuk menjalin sinergi antara PKBI dan POTADS dalam memberikan perlindungan serta pendampingan terhadap anak-anak disabilitas, yang dinilai masih sangat rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
PKBI Lampung diwakili oleh staf advokasi PKBI Lampung, Geri Melda Rina, menilai bahwa anak-anak disabilitas kerap menjadi sasaran kekerasan seksual akibat stigma dan pelabelan sebagai kelompok yang lemah. Kondisi tersebut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan ini.
“Anak-anak disabilitas, termasuk anak dengan Down Syndrome, seringkali dipandang tidak berdaya sehingga rawan menjadi target kekerasan seksual. Hal ini yang mendorong kami untuk memperkuat advokasi bersama POTADS,” ujar Geri.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh pengurus POTADS Lampung, termasuk Ketua POTADS Lampung, Debora Sidabutar, S.Si., S.Psi. Kehadiran tim PKBI disambut dengan hangat dan penuh keterbukaan oleh jajaran pengurus POTADS. Suasana pertemuan berlangsung komunikatif dan kolaboratif, membahas berbagai peluang kerja sama ke depan.
Geri menyebutkan alasan PKBI memilih POTADS sebagai mitra audiensi karena organisasi ini dinilai aktif dalam memfasilitasi dan mendampingi anak-anak dengan Down Syndrome serta memiliki jejaring orang tua yang kuat. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan penting dalam memperluas jangkauan advokasi yang lebih inklusif.
“POTADS memiliki peran strategis dalam mendampingi anak-anak Down Syndrome. Jejaring orang tua yang dimiliki sangat potensial untuk mendukung proses advokasi, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan,” lanjut Geri.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, PKBI Lampung bersama POTADS berencana melakukan langkah-langkah preventif, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kepada orang tua anak dengan Down Syndrome. Sosialisasi tersebut difokuskan pada upaya pencegahan kekerasan seksual serta peningkatan kesadaran orang tua terhadap hak-hak anak disabilitas.
Geri juga menyampaikan bahwa PKBI berharap agar persepsi publik di Lampung terhadap anak-anak dengan Down Syndrome dapat berubah secara signifikan. Anak-anak disabilitas diharapkan mendapatkan perlakuan yang setara, adil, serta akses yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.
“Anak-anak disabilitas memiliki potensi yang tidak kalah hebat dari anak-anak non-disabilitas. Mereka tidak boleh dipandang berbeda, melainkan didukung untuk berkembang sesuai kemampuan yang dimiliki,” tegas Geri.
Melalui audiensi ini, Geri menegaskan bahwa PKBI berkomitmen untuk memastikan bahwa advokasi perlindungan anak dapat menjangkau seluruh kelompok, termasuk anak-anak disabilitas. Kerja sama dengan POTADS juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak ragu melaporkan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak disabilitas.
PKBI berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem perlindungan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak dengan Down Syndrome di Provinsi Lampung.
Reporter: Athirah Irbah Izzetya
Editor: Euis Astrid Khofifah
