Bangun Pemahaman Tentang Menstruasi, PKBI Sapa Siswi SMP Negeri 18 Bandar Lampung

Siswa-siswi Kelas 7 SMP N18 Bandar Lampung, Sumber Foto : PKBI Lampung

Menstruasi masih kerap dipandang sebagai topik sensitif di kalangan remaja, padahal proses ini merupakan bagian alami dari perkembangan tubuh perempuan. Untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menggelar sosialisasi siklus menstruasi dan perubahan tubuh bagi pelajar.

Kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi, khususnya terkait menstruasi, perubahan fisik, serta dampak emosional yang menyertainya. Dalam sosialisasi tersebut, PKBI menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan mental dan sosial remaja.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan masa remaja sebagai fase transisi penting, proses terjadinya menstruasi, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi, seperti kondisi gizi, aktivitas fisik, dan faktor psikologis. Remaja juga diajak untuk memahami bahwa perbedaan siklus menstruasi merupakan hal yang wajar dan tidak perlu menimbulkan rasa takut atau malu.

Selain itu, PKBI menekankan pentingnya manajemen kebersihan menstruasi. Remaja diberikan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan organ reproduksi selama menstruasi, seperti mengganti pembalut secara rutin, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari penggunaan produk yang tidak aman. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan reproduksi sejak dini.

PKBI menilai rendahnya literasi menstruasi masih menjadi tantangan, terutama karena kuatnya stigma dan minimnya ruang diskusi terbuka di lingkungan sekitar remaja. Oleh karena itu, edukasi di lingkungan sekolah dinilai strategis untuk membangun pemahaman yang benar.

“Edukasi menstruasi penting diberikan sejak usia remaja agar mereka memahami perubahan tubuhnya dan tidak merasa cemas atau salah kaprah. Menstruasi adalah proses biologis yang normal, sehingga perlu dibahas secara terbuka dan edukatif,” ujar Astrid selaku penanggungjawab kegiatan tersebut.

Melalui sosialisasi ini, PKBI berharap remaja dapat lebih mengenal tubuhnya sendiri, memiliki kesadaran kesehatan reproduksi, serta tumbuh menjadi individu yang sehat secara fisik dan mental.

Reporter : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah