Waspada! BMKG Lampung Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang hingga Akhir Februari

lustrasi Gambar. Sumber : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Februari 2026. Situasi ini terjadi seiring wilayah Lampung yang telah memasuki puncak musim penghujan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan bahwa fenomena angin kencang yang terjadi belakangan ini dipicu oleh menguatnya Monsun Asia atau angin baratan. Angin ini membawa massa udara basah dari benua Asia menuju Australia.

“Selain Monsun Asia, terdapat pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatera bagian selatan. Kombinasi ini meningkatkan gradien tekanan udara sehingga kecepatan angin di Lampung menjadi lebih kencang dari kondisi normal,” jelas Rudi.

Berdasarkan pantauan BMKG Lampung, kecepatan angin di wilayah Lampung saat ini umumnya berkisar antara 18 hingga 55 km/jam, dengan dampak paling signifikan terasa di wilayah pesisir dan perairan seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, serta Selat Sunda bagian selatan.

Rudi menambahkan, masyarakat di daratan juga perlu waspada karena hembusan angin dapat terasa jauh lebih kencang saat terjadi hujan lebat. Hal ini disebabkan oleh pengaruh fenomena _downdraft_ atau aliran udara ke bawah yang terbentuk dari awan hujan.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lokal seperti pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, hingga baliho yang roboh akibat terjangan angin kencang.

Selain itu, pengguna jalan diharapkan tetap waspada saat berkendara di tengah hujan lebat disertai angin karena dapat mengganggu jarak pandang dan stabilitas kendaraan. Bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, kepatuhan terhadap peringatan dini cuaca maritim sangat diwajibkan karena kondisi angin kencang saat ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut secara signifikan.

Terakhir, seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca terkini maupun peringatan dini resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG.

Penulis : Syifa Rahmadinny
Editor : Euis Astrid Khofifah