Indonesia Siaga Satu: Cuaca Ekstrem Picu Longsor Maut di Cisarua dan Banjir Jabodetabek

Ilustrasi AI Bencana Alam Longsor dan Banjir, Sumber Foto: Awalludin

Memasuki puncak musim hujan, rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam 24 jam terakhir. Fokus utama penanganan darurat saat ini tertuju pada evakuasi korban longsor besar di Cisarua, Bogor, serta penanggulangan dampak banjir yang merendam ribuan rumah di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), jumlah korban meninggal dunia akibat longsor di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang telah bertambah menjadi 38 orang. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan relawan masih berupaya mencari korban hilang di bawah material tanah setinggi empat meter.

“Medan di lapangan sangat menantang karena kemiringan lereng yang curam dan kondisi tanah yang masih labil akibat hujan terus-menerus. Kami mengerahkan alat berat tambahan dan anjing pelacak (K-9) untuk mempercepat proses evakuasi sebelum cuaca kembali memburuk sore ini,” ujar perwakilan Humas Basarnas dalam keterangan persnya (27/01).

Di saat yang bersamaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter telah menyebabkan banjir di 27 RT di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Hingga pagi ini, tercatat sedikitnya 1.622 warga masih bertahan di posko pengungsian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan bantuan logistik berupa tenda darurat, makanan siap saji, dan selimut ke titik-titik pengungsian terdalam yang sulit diakses kendaraan roda empat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama sepekan ke depan. Fenomena Monsun Asia yang menguat diprediksi akan membawa curah hujan dengan intensitas tinggi (di atas 100 mm per hari) disertai kilat dan angin kencang di sepanjang Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kami mengeluarkan status Siaga untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan NTT. Kami meminta pemerintah daerah memastikan saluran air berfungsi optimal dan warga di lereng bukit segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan deras terjadi lebih dari dua jam,” tegas pihak BMKG pada laman resminya (27/01).

Penulis : Awalludin Sultan Yusuf
Editor : Euis Astrid Khofifah