Anak merupakan penerus bangsa yang menentukan masa depan negara, sehingga perlindungan anak menjadi investasi penting bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia. Selama lima tahun terakhir, Pemerintah Indonesia bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) memperkuat komitmen perlindungan anak melalui kebijakan, program, dan penguatan sistem layanan.
Dikutip dari laporan Capaian Utama untuk Anak-Anak di Indonesia 2021–2025 yang dirilis UNICEF, Pemerintah Indonesia dan mitra mencatat sejumlah kemajuan dalam perlindungan anak. Di bidang pendidikan, kerja sama ini mendukung perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif serta program pembelajaran kelas awal yang meningkatkan kemampuan literasi anak di berbagai daerah. Ratusan ribu anak yang sebelumnya beresiko putus sekolah kembali mengakses pendidikan formal.
Sementara pada sektor kesehatan dan gizi, jutaan balita menjalani deteksi dini gizi dan para remaja putri dijangkau melalui program edukasi dan suplementasi gizi. Dukungan UNICEF juga terlihat dalam penguatan sistem imunisasi nasional dan distribusi vaksin untuk anak dan remaja.
Upaya perlindungan anak juga turut difokuskan pada pencegahan kekerasan dan eksploitasi, termasuk di ruang digital. Kampanye kesadaran publik dan penguatan regulasi menjadi bagian dari strategi perlindungan anak yang lebih komprehensif.
UNICEF tidak lupa menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, mitra pembangunan, akademisi, media, komunitas, para influencer, dan anak-anak itu sendiri, serta dengan dukungan luas dari masyarakat.
Di daerah, organisasi non-pemerintah seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung turut berkontribusi melalui layanan perlindungan anak yang mencakup pengaduan kekerasan, pendampingan psikososial, pemberdayaan keluarga, serta edukasi pencegahan perkawinan anak.
Kepala Bidang Kelembagaan, Program & Monitoring Evaluasi PKBI Lampung, Hasan, menjelaskan bahwa PKBI Lampung telah menjalankan sejumlah program perlindungan anak. Salah satunya dengan membuka layanan pengaduan bagi kasus kekerasan terhadap anak.
Selain itu, PKBI Lampung juga melakukan pemberdayaan terkait pencegahan stunting serta pendampingan bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
“Ini merupakan cara kami untuk melindungi anak, apapun statusnya,” ujar Hasan.
PKBI Lampung juga memiliki layanan ana bina prasa yang merupakan PAUD. Melalui layanan ini, PKBI mendorong pendekatan yang menempatkan anak sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Pendekatan tersebut penting untuk memastikan hak dan kebutuhan anak diperhatikan sejak dini.
Namun, perlindungan anak di daerah masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Hasan menyebut, kekerasan seksual terhadap anak dan praktik perkawinan anak menjadi persoalan yang paling sering ditemukan di Lampung. Kedua isu tersebut dinilai masih cukup tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Dalam upaya pencegahan perkawinan anak, PKBI Lampung telah menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, baik pemerintah maupun masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi tentang dampak perkawinan anak terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak.
“Perkawinan anak masih cukup tinggi di Lampung, sehingga perlu upaya bersama untuk menekannya,” jelas Hasan.
Sementara itu, pencegahan kekerasan seksual dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara masif di sekolah-sekolah serta di lingkungan masyarakat. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan mendorong keberanian untuk melapor jika terjadi kekerasan terhadap anak.
Hasan menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, NGO, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi memungkinkan setiap pihak saling melengkapi peran dan menjangkau ruang-ruang yang belum tertangani.
“Dengan kolaborasi, perlindungan anak di daerah bisa menjadi lebih inklusif dan komprehensif,” ujarnya.
Melalui kerjasama yang berkelanjutan, upaya perlindungan anak di daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Peran organisasi seperti PKBI Lampung menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan bermartabat. Kolaborasi ini juga dinilai penting untuk memastikan perlindungan anak berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembangunan nasional.
Penulis : Azka Fatiha Nasya
Editor : Euis Astrid Khofifah
