Dorong Kepedulian Sosial, Jelajah Bakti #2 Jadi Wadah Generasi Muda Belajar

Sumber Foto : MSE.ID

MSE.ID, Pesawaran — Movement Social Environment (MSE) kembali menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk Jelajah Bakti #2 di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada 4–7 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

Jelajah Bakti merupakan program berbasis komunitas yang dirancang untuk memperkuat kesadaran sosial dan lingkungan serta mendorong keterlibatan pemuda dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Program ini melibatkan 38 peserta dalam berbagai kegiatan pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan lingkungan selama empat hari pelaksanaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti tiga program utama. Di bidang pendidikan, kegiatan diwujudkan melalui Cultural Education and Literacy Movement (CELM) yang meliputi Kelas Inspirasi Jejak Mimpi dan Sains Fun Day untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Di bidang kesehatan, melalui program Community Health (CH), peserta terlibat dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat, edukasi kesehatan gigi, serta penyuluhan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Sementara itu, di bidang ekonomi dan lingkungan, kegiatan Sustainable Creative Initiative (SCI) difokuskan pada pengenalan potensi wisata lokal, pemberdayaan UMKM, serta eksplorasi kawasan Pulau Pahawang dan perkebunan kopi ramah burung sebagai bagian dari upaya mengenalkan potensi daerah yang berkelanjutan.

Pemilihan Desa Cilimus sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi wisata alam dan produk UMKM lokal yang dimiliki, sekaligus adanya tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya menjalankan program sosial, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kondisi masyarakat, dinamika sosial, serta tantangan pembangunan di tingkat desa.

Salah satu peserta, Jihan, mengungkapkan Jelajah Bakti memberikan pengalaman yang bermakna karena mempertemukannya dengan banyak orang yang memiliki tujuan yang sama untuk berkontribusi kepada masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan volunteer atau jalan jalan, tetapi ada dampak yang nyata. Saya juga jadi lebih peka terhadap kondisi di sekitar dan sadar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil,” pungkasnya.

Peserta lainnya, Suri, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, keterlibatan langsung di tengah masyarakat memberikan wawasan baru mengenai berbagai persoalan dan potensi yang ada di desa.

“Program ini menjadi wadah untuk belajar sekaligus menumbuhkan harapan agar generasi muda bisa menjadi change maker di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Direktur Eksekutif MSE, Tri Meilan, berharap kegiatan Jelajah Bakti #2 dapat terus menumbuhkan semangat pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah