Penerimaan mahasiswa baru di berbagai Perguruan Tinggi Negeri telah resmi diumumkan. Bagi sebagian calon mahasiswa, kabar tersebut menjadi awal dari petualangan baru sebagai anak rantau yang harus meninggalkan rumah dan hidup mandiri di kota orang.
Dinyatakan lolos kuliah di luar kota memang jadi kabar bahagia. Tapi di balik itu, ada fase baru yang menanti — hidup sebagai anak rantau. Jauh dari keluarga, harus mandiri, dan mulai mengatur hidup sendiri.
Berdasarkan pengalaman Rifa Ghania, mahasiswa tingkat akhir Universitas Diponegoro, yang merupakan mahasiswa perantau dari Jakarta ke Semarang — kehidupan merantau memang penuh tantangan, terutama di awal. Tetapi bisa dijalani jika sudah memiliki gambaran dan persiapan.
Berikut beberapa tips yang bisa jadi bekal sebelum kamu merantau:
1. Siapkan mental dan niat sejak awal
Merantau bukan hanya soal pindah tempat tinggal, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan. Akan ada banyak hal baru yang mungkin belum pernah dialami sebelumnya, mulai dari rasa rindu rumah hingga tekanan menjalani kehidupan sendiri. Karena itu, penting untuk menyiapkan mental dan niat yang kuat agar tidak mudah merasa kewalahan saat menghadapi tantangan.
2. Mulai belajar mandiri dari hal sederhana
Hal yang sering dianggap sepele seperti memasak ternyata jadi tantangan besar. Kalau biasanya di rumah tinggal makan, sekarang harus beli bahan, masak, bahkan belajar resep sendiri. Maka dari itu, penting untuk mulai biasakan diri sebelum berangkat agar mempelajari hal-hal dasar setelah sampai di rantau.
Namun proses seperti ini justru menjadi langkah awal untuk belajar mandiri. Seiring waktu, kamu akan terbiasa mengurus kebutuhan dirimu sendiri.
3. Pilih tempat tinggal dengan bijak
Memilih tempat tinggal tidak boleh asal murah. Kenyamanan dan keamanan menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan. Tempat tinggal yang dekat dengan kampus juga bisa membantu menghemat waktu dan biaya. Selain itu, lingkungan yang aman dan adanya penjaga atau pemilik kost yang bertanggung jawab akan membuat kamu merasa lebih tenang selama merantau.
4. Pertimbangkan fasilitas yang mendukung
Tempat tinggal dengan fasilitas yang cukup akan sangat membantu kehidupan sehari-hari. Adanya dapur, kasur, listrik, hingga akses internet bisa membuat aktivitas lebih mudah dan nyaman. Terutama bagi yang ingin lebih hemat dengan memasak sendiri, fasilitas seperti dapur menjadi hal penting.
5. Belajar mengatur waktu sejak awal
Saat merantau, semua aktivitas harus diatur sendiri. Hal ini sering kali membuat waktu terasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Tanpa manajemen waktu yang baik, kegiatan bisa menjadi berantakan. Oleh karena itu, penting untuk mulai membiasakan diri menyusun jadwal dan menentukan prioritas agar keseharian tetap teratur.
6. Kelola keuangan dengan lebih bijak
Mengatur keuangan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa rantau. Pengeluaran harus diperhitungkan dengan cermat, mulai dari kebutuhan makan hingga keperluan lainnya. Biasakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Menghemat dengan cara memasak, mencuci, dan mengurus kebutuhan sendiri bisa menjadi langkah awal agar pengeluaran tetap terkontrol.
7. Tetap beri ruang untuk istirahat dan hiburan
Menjalani kehidupan mandiri bukan berarti harus selalu serius. Rasa lelah dan jenuh tetap perlu diatasi dengan memberi waktu untuk diri sendiri. Sesekali bersantai atau berkumpul dengan teman bisa membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas dan kesehatan mental.
8. Bangun pertemanan yang suportif
Lingkungan pertemanan sangat berpengaruh dalam proses adaptasi. Memiliki teman yang bisa diajak berbagi cerita akan membantu mengurangi rasa rindu terhadap keluarga. Selain itu, pertemanan juga bisa menjadi tempat saling membantu, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti belajar, memasak, dan makan bersama.
9. Jangan takut melakukan kesalahan di awal
Di masa awal merantau, wajar jika masih sering melakukan kesalahan, baik dalam mengatur keuangan maupun menjalani kehidupan sehari-hari. Hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Tidak perlu merasa bersalah, karena dari situlah pengalaman dan kemandirian akan terbentuk.
10. Nikmati setiap prosesnya
Merantau adalah pengalaman yang berharga. Akan ada banyak cerita, tantangan, dan pelajaran yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Dengan menikmati setiap prosesnya, kamu akan lebih mudah menjalani masa-masa tersebut dan bahkan merindukannya di kemudian hari.
Pada akhirnya, merantau bukan hanya tentang bertahan hidup di tempat baru, tetapi juga tentang proses bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan dewasa.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor: Trian Dara Ega Febrina
