MSE.ID, Bandar Lampung — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung menerapkan pembinaan akademik dan keagamaan secara terintegrasi dalam proses pendidikan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026/2027 serta program pembinaan karakter yang berjalan di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat MAN 1 Bandar Lampung, Yuniarti, mengatakan proses PMBM tahun ajaran 2026/2027 telah selesai dilaksanakan. Sosialisasi dilakukan sejak Januari 2026 melalui media sosial dan website resmi madrasah.
“PMBM kami sudah mulai berproses sejak Februari. Sebelumnya informasi sudah kami sampaikan melalui website, Instagram, Facebook, dan TikTok madrasah. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak wali murid yang langsung menghubungi kami untuk meminta informasi terkait pendaftaran,” ujar Yuniarti.
Menurutnya, penerimaan murid baru dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur undangan, jalur prestasi, dan jalur tes potensi akademik berbasis Computer Based Test (CBT).
Pada jalur undangan, kesempatan diberikan kepada siswa berprestasi dari sejumlah MTs di bawah naungan Kementerian Agama. Sementara jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa dengan capaian di bidang akademik, tahfidz, maupun kompetisi.
“Untuk jalur prestasi, kami melihat capaian yang dimiliki siswa. Misalnya tahfidz akan diuji hafalannya, sedangkan prestasi akademik atau lomba juga menjadi pertimbangan. Terutama yang memiliki prestasi tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
Peserta jalur tes potensi akademik mengikuti seleksi CBT yang dikombinasikan dengan pengerjaan soal manual dan penginputan jawaban secara digital.
“Beberapa tahun terakhir kami melakukan penyesuaian sistem agar lebih efektif dan mengurangi kecurangan. Alhamdulillah hasilnya lebih baik dan penilaian menjadi lebih objektif,” jelas Yuniarti.
Ia menambahkan, seluruh tahapan PMBM telah berakhir dengan pengumuman hasil seleksi pada pertengahan Mei 2026 dan seluruh kuota telah terpenuhi.
Selain penerimaan siswa baru, sistem pembelajaran di MAN 1 Bandar Lampung memadukan kurikulum nasional dan kurikulum Kementerian Agama.
Menurut Yuniarti, siswa menerima mata pelajaran umum seperti di SMA, serta pembelajaran keagamaan seperti Fikih dan Al-Qur’an Hadis.
“Kami menerapkan kurikulum nasional dan kurikulum Kementerian Agama secara bersamaan,” pungkasnya.
Pembinaan karakter dilakukan melalui kegiatan ibadah yang terintegrasi dalam aktivitas harian siswa. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi Absensi Real Time Madrasah (ASRI).
Melalui aplikasi tersebut, siswa menggunakan barcode untuk absensi di kelas maupun saat mengikuti kegiatan ibadah berjamaah.
“Sistem ini memudahkan pemantauan kehadiran siswa, termasuk dalam kegiatan salat berjamaah,” ujar Yuniarti.
Ia menambahkan, data kehadiran tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi bagi pihak madrasah.
Program pembinaan yang diterapkan mencakup aspek akademik dan kedisiplinan siswa dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
