Kota Bandar Lampung memiliki tempat kuliner begitu beragam, salah satunya seperti dimsum yang unik dengan cita rasa creamy dan autentik tanpa harus merogoh kocek mahal.
Dimci Dimsum, yang berlokasi di Jalan Bukit Kemiling Permai Raya, Kemiling Permai, Blok W 131 ini hadir menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi pecinta dimsum.
Tempat makan ini menawarkan pengalaman menikmati dimsum dengan berbagai topping melimpah dan rasa yang khas di lidah.
Berdiri sejak tiga tahun lalu, Dimci Dimsum bermula dari usaha rumahan sederhana yang dijalankan langsung oleh ownernya, Alya Wahyu Nur Asih.
“Awalnya itu dari tetangga, rumah ke rumah, ada delivery order, terus awalnya iseng-iseng jadi makin semangat dari situ jadi pengen punya usaha kuliner,” ujar Alya.
Perjalanan usaha Dimci Dimsum pun tidak langsung besar seperti sekarang. Alya sempat membuka usaha di sebuah ruko selama beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan membuka outlet di rumah sendiri agar lebih mudah dijangkau pelanggan.
“Karena gimana pun tempat itu penting untuk lebih menegaskan kita ada tempatnya, outlet resmi gitu, ini ada dapurnya juga, jadi lebih mudah dicari pelanggan,” katanya.
Meski kini memiliki tempat sendiri, penjualan online masih menjadi andalan Dimci Dimsum. Produk mereka dapat ditemukan di berbagai platform seperti GrabFood, GoFood, hingga ShopeeFood.
Nama Dimci Dimsum sendiri ternyata memiliki filosofi tersendiri yang terinspirasi dari bahasa China.
“Jadi asal usulnya dari bahasa China, dimsum “dim” itu artinya hidangan lezat atau makanan mewah, lalu “ci” itu artinya lezat. Jadi nama itu simbolis dari histori makanan yang dijual,” jelas Alya.
Suasana sederhana namun nyaman terasa saat memasuki outlet Dimci Dimsum. Aroma dimsum hangat yang baru matang langsung menggoda selera pengunjung.
Salah satu hal yang membuat Dimci Dimsum berbeda dari tempat lainnya adalah cita rasanya yang creamy dan kaya keju.
“Yang membedakannya itu kita lebih khas di rasa creamy dan keju. Jadi kita lebih ke rasa autentik,” ungkap Alya.
Menu yang ditawarkan pun sangat beragam. Dimci Dimsum menyediakan berbagai pilihan dimsum dengan topping melimpah dan harga yang ramah di kantong.
Untuk varian reguler, tersedia dimsum Signature Ultimate mulai dari harga Rp22 ribu menggunakan lunch paper box, hingga varian premium Paramount Deluxe dengan topping mentai, nori, abon, dan katsuobushi yang menggugah selera dengan harga Rp27 ribu.
Selain dimsum reguler, Dimci Dimsum juga menghadirkan menu unik berupa dimsum cake yang cocok untuk ulang tahun maupun acara spesial.
Mulai dari mini cake seharga Rp55 ribu hingga big party cake dengan harga Rp85 ribu sampai Rp125 ribu, seluruhnya dapat dipesan dengan custom sesuai keinginan pelanggan.
Menu bestseller di Dimci Dimsum sendiri adalah Paramount Deluxe isi enam dengan harga Rp27 ribu.
Tekstur dimsumnya yang lembut dipadukan saus mentai creamy dan topping melimpah membuat menu ini menjadi favorit pelanggan.
Seluruh dimsum di Dimci Dimsum diproduksi sendiri sehingga kualitas rasa dan kebersihannya tetap terjaga.
Dalam sehari, Dimci Dimsum mampu memproduksi sekitar tiga hingga lima kilogram dimsum. Namun saat Ramadan, jumlah produksi meningkat drastis hingga mencapai 10 kilogram per hari.
“Kalau Ramadan pasti kita keluar ikut jualan takjil di tenda-tenda, tenant, bazaar gitu,” kata Alya.
Meski terus berkembang, Alya mengaku masih menghadapi beberapa kendala dalam menjalankan usahanya, terutama pada bahan baku.
“Kendalanya lebih ke kendaraan sama cari bahan baku. Yang paling susah itu mentai saus sama spread kejunya,” ujarnya.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Alya untuk terus mengembangkan usahanya.
“Semoga makin laris, makin lancar, bisa punya cabang di mana-mana,” harapnya sekaligus sebagai penutup.
Dengan rasa yang khas, topping melimpah, serta harga yang terjangkau, Dimci Dimsum berhasil menghadirkan pengalaman kuliner yang memanjakan lidah para pecinta dimsum di Lampung.
Dimci Dimsum bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi bukti bagaimana usaha kecil yang dimulai dari rumah dapat berkembang menjadi kuliner favorit masyarakat.
Penulis : Athirah Irbah Izzetya
Editor : Euis Astrid Khofifah
